DP: Ada yang Plesetkan Kalau Saya Salahkan Maros, Memang Ini Air dari Irian Jaya?

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Walikota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku kecewa karena dituding menyalahkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.

“Saya kemarin sudah turun di beberapa titik rawan berjalan di tengah banjir seperti di Paccerakkang. Dan saya bilang ini memang tempatnya air, mana lagi ada air kiriman dari Maros dan Gowa. Nah, malah diplesetkan kalau saya salahkan ini Maros dan Gowa. Lantas saya harus jawab apa? Memang ini air dari Irian Jaya? Kan tidak masuk akal,” ucap Danny usai shalat Jumat berjamaah di Kecamatan Biringkanaya, Jumat (22/12/17).

Kata Danny, perbuatan penyebaran berita hoax yang kian marak itu didalam agama disebut Fitnah. ” Kalau banyak yang fitnah saya terserah. Tapi saya jamin tak akan balik memfitnah mereka. Ini sebuah ujian untuk kita naik kelas,” sebutnya.

Danny juga menyebutkan oknum seperti itu merupakan orang yang tak punya prestasi untuk disebar ke masyarakat.

Danny menambahkan, persoalan banjir yang terjadi Kodam III merupakan kiriman dari sungai yang berada di Kabupaten Maros. Sehingga penyelesaiannya harus melalui koordinasi provinsi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maros.

“Saya kira solusinya harus ada koordinasi yang baik antara semua pihak. Karena kita ketahui lokasi ini memang tempatnya air saat musim hujan. Tapi insya Allah segera kita tangani, sepertinya harus dibuat tanggul di sini,” pungkasnya.

Danny juga yakin jika masyarakat saat ini sudah memiliki rasa gotong royong yang tinggi untuk kedepan menangani faktor penyebab banjir. Seperti, membersihkan drainase yang tersumbat.

Danny pun langsung menghubungi langsung PDAM agar mengirimkan langsung air bersih ke tempat-tempat yang telah banjir. (**)

Serahkan 595 Insentif Rohaniawan Menyerahkan insentif bagi 595 guru sekolah minggu Kristen dan Hindu di Balaikota. Total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 595.000.000,00 yang bersumber dari APBD Makassar Tahun Anggaran 2017. Pembinaan rohaniawan menjadi kepeduliaan yang paling mendasar bagi pemerintah. Peran rohaniawan sangat dibutuhkan untuk membina mentalitas warga kota, utamanya anak usia didik dan generasi muda. Kedua entitas masyarakat itu nantinya melanjutkan estafet pembangunan di Makassar, Indonesia, bahkan dunia. Toleransi antar umat beragama dan sikap saling menghargai antar warga memperkuat Makassar tumbuh sebagai kota dunia dengan berbagai capaian prestasi. #makassarduakalitambahbaik #makassarkotaduniayangnyanuntuksemua #janganbiarkanmakassarmundurlagi

A post shared by Danny Pomanto (@dpramdhanpomanto) on