Ini Pesan Andi Mudzakkar Usai Lantik 15 Kades di Luwu

Bupati Luwu Andi Mudzakkar melantik 15 orang penjabat kepala desa terpilih periode 2017-2023 di lapangan Andi Mangngile Kecamatan, Suli, Kamis 28 Desember, sore tadi.

Bupati Luwu Andi Mudzakkar melantik 15 orang penjabat kepala desa terpilih periode 2017-2023 di lapangan Andi Mangngile Kecamatan, Suli, Kamis 28 Desember, sore tadi.

LUWU, DJOURNALIST.com – Bupati Luwu Andi Mudzakkar melantik 15 orang penjabat kepala desa terpilih periode 2017-2023 di lapangan Andi Mangngile Kecamatan, Suli, Kamis 28 Desember, sore tadi.

Dalam sambutannya, Cakka sapaan akrab Mudzakkar menitip beberapa pesan dalam membawa pemerintahan di tingkat desa. Pertama dikatakan Cakka, pemilihan kades adalah salah satu bentuk demokrasi yang penuh dinamika, penuh gejolak. Seorang kepala desa di tengah masyarakatnya menjadi suri tauladan.

“Mulutnya kepala desa hanya satu garis pembeda dengan UU. Selalu dijadikan rujukan. Saya pesan jangan banyak bicara yang konstruktif. Jaga tingkah laku. Dulu sebelum jadi kades, misalnya bapak dilihat masyarakat kencing berdiri, mungkin dianggap biasa. Tapi ketika sudah menjabat sebagai kades dan itu tetap bapak lakukan, maka bapak akan dibully habis-habisan oleh masyarakat, ” kata Cakka.

Kedua, seorang kades jangan pernah berpikir mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada.Tidak ada pemimpin yang mampu menyelesaikan semua permasalahan. Seorang pemimpin hanya mampu memperkecil setiap masalah yang ada di desa.

Ketiga dikatakan Cakka, banyaklah turun ke lapangan. Bicarakan setiap hal dengan badan pertimbangan desa (BPD). “Jangan itu BPD dibodoh-bodohi. Dan yang paling penting adalah rangkul kembali rival yang dulu pada saat pemilihan kepala desa,” imbaunya.

Terkait alokasi dana desa (ADD), Cakka menegaskan kiranya penggunaan dana itu perlu kehati-hatian.

“Perlu pak kades ketahui, 2018 nanti, pertanggung jawaban dana desa menjadi lampiran pertanggungjawaban bupati. Artinya adalah yang memeriksa penggunaan ADD bukan lagi inspektorat melainkan pejabat pemeriksa keuangan atau PPK. Hati-hati ki pak desa,” pesan Cakka. (**)