Waspada! Aksi Penipuan Catut Nama Kapolres Sidrap

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan.

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan.

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Dalam menjalankan aksi penipuannya di Kabupaten Sidrap, ada sejumlah pihak yang dinilai nekat dan berani mencatut nama Kapolres Sidrap untuk meraih keuntungan. 

Alasannya tak lain, yaitu, meminta bantuan kepada sejumlah pengusaha dan pihak lain didaerah ini guna membantu sejumlah kebutuhan Kapolres dalam menjalankan tugas-tugasnya didaerah ini, dengan mengumpulkan nama samaran melalui hand phone.

Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Minggu 31 Desember 2017, membenarkan ada pihak yang telah mencatut namanya untuk meminta sejumlah bantuan kepada pihak pengusaha didaerah ini.

“Sudah banyak teman yang menghubungi saya untuk menanyakan apakah benar saya meminta bantuan kepada teman-teman saya atau pihak tertentu. Saya jawab, itu tidak betul, dan bentuk penipuan yang mencatut nama saya,”ujar AKBP Ade yang baru menjabat Kapolres sebulan lebih. 

Menurutnya, sebagai pejabat baru didaerah ini, ada pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan momen ini dengan modus meminta bantuan kepada sejumlah masyarakat didaerah ini dalam menjalankan tugas dinasnya. 

“Sejak awal diamanatkannya menjadi pejabat Kapolres didaerah ini, tidak pernah sedikitnya terbesit di benak saya atau dalam bayangan saya untuk meminta-minta sumbangan dalam bentuk apapun, apalagi melalui SMS maupun telepon,”ujarnya dengan tegas membantah hal itu.

Untuk itu, Ade mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing dan terpengaruh oleh SMS maupun telepon yang mengatasnamakan dirinya. Karena hal itu benar-benar bohong dan tindak pidana penipuan.

“Saya akan mengusut kasus tersebut. Saya sudah dapat beberapa nomor telepon dan nomor HP yang sering digunakan oleh pelaku,” pungkas Ade.

Hal tersebut terungkap setelah adanya laporan polisi dari salah seorang pengusaha di Sidrap yang tertipu akan ulah oknum penipu yang mencatut nama Kapolres Sidrap untuk meminta sejumlah uang demi kepentingan komando. (**)