Pencatut Nama Kapolres Sidrap Diciduk di Depok Jawa Barat 

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Jangan salah ya, Kapolres Sidrap yang ditangkap di daerah Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, merupakan pelaku pencatut nama Kapolres Sidrap untuk menjalankan aksi penipuan terhadap sejumlah korbannya didaerah ini.

Baharuddin alias Bahar, yang lahir di Makassar 43 tahun lalu, berhasil ditangkap petugas tim gabungan Resmob Polres Sidrap yang diback up Resmob Polda Sulsel dan Jatanras Polda Metro Jaya, ditempat persebunyiannya di Cilangkap, Sabtu lalu (6/1/2018).

Demikian disampaikan Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan, Minggu malam (7/1/2018), sekira pukul 20.30 Wita,  dihadapan sejumlah awak media didaerah ini saat melakukan prescom di ruang lobby Mapolres Sidrap, yang didampingi Wakapolres Sidrap, Kompol Sudarno dan Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Anita Taherong dan sejumlah anggota Polres Sidrap lainnya.

Menurut Kapolres Ade, tersangka Bahar yang saat ini berdomisili di Pabuaran Asri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar, berhasil mengelabui salah seorang pengusaha sukses didaerah ini yang meminta bantuan mengatasnamakan Kapolres Sidrap untuk membantu istrinya yang sedang membutuhkan dana saat berada di Manado, Sulut dengan urusan dinas.

Karena pengusaha H Landadi (65) merasa tersanjung dimintai tolong sama orang nomor satu di jajaran Polres Sidrap itu, kata Kapolres Ade, akhirnya dia berusaha memenuhi permintaan pelaku dengan mentrasfer dana sebesar Rp 35 juta pada saat itu juga yang disertai alasan aktifitas bank sedang tutup.

Namun karena tersangka kembali meminta bantuan tambahan dana kepada korbannya, sambung Kapolres, akhirnya korban pun merasa curiga dan mencoba menghubungi nomor Kapolres Sidrap dan menanyakan adanya permintaan bantuan pinjaman dana.

Hasil komunikasi langsung yang dilakukan korban pada saat itu dengan Kapolres, kata Ade lagi, langsung dibantah dan mengaku kalau hal tersebut tidak pernah dilakukannya untuk meminta bantuan kepada siapapun, khususnya masalah permintaan dana.

Untuk saat ini, tersangka dan sejumlah barang bukti lainnya berupa 3 (Tiga) buah ATM, masing-masing 1 buah dari BRI dan dua buah dari BRI serta 2 buah Handphone yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Dan pada saat pengakapan tersangka, petugas tidak berhasil menyita uang tunai, karena habis digunakan bersama temannya pada malam tahun baru lalu.

Sekadar diketahui, kasus penipuan tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017 lalu, dan berhasil ditangkap hanya berselang satu minggu, tepatnya, Sabtu (6/1/2018). (**)