Lumpuh dan Tinggal Sebatang Kara di Gubuk, Nenek 93 Tahun Butuh Perhatian

PANGKEP, DJOURNALIST.com – Seperti inilah kondisi nenek Saora sehari- harinya, seorang lansia yang diperkiran telah berusia lebih dari 93 tahun ini tinggal di sebuah gubuk kecil kumuh berukuran 3 x 5 meter yang berada di pinggiran sungai.

Sungguh malang kehidupan nenek saora di usia yang sudah rentah pula, nenek ini tinggal sebatang kara, apalagi dirinya juga sudah tak mampu untuk berjalan lantaran kondisi fisik yang telah menurun dimakan usia.

Nenek saora merupakan warga di Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, ia hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang lebih mirip dari sebuah kandang hewan, sungguh malang nasib nenek saora.

Menurut warga sekitar, nenek Saora sudah tidak mampu berdiri sejak beberapa tahun terakhir. Sebuah tumor di  kakinya membuatnya sulit untuk berdiri. Bahkan indera pendengarannya pun sudah tidak dapat difungsikan dengan baik yang membuatnya kesulitan berkomunikasi.

Setiap Harinya lansia ini hanya diperhatikan oleh warga sekitar yang merasa iba kepadanya, padahal menurut warga sebenarnya nenek saora memiliki 3 anak yang telah merantau dan enggan kembali untuk memperhatikan kondisi nenek Saora.

Salah Seorang tetangga nenek Saora Dg Badi mengatakan, jika nenek lansia ini sudah tinggal di gubuknya selama 10 tahun, dia sudah tidak bisa berjalan lagi akibat tumor di kakinya, gubuk yang kumuh dan bau kadang membuat kaki nenek saora kerap digigit binatang tikus.

“Sudah agak lama tinggal di gubuknya, mungkin 10 tahunmi, nenek juga sudah tidak dapat berjalanmi karena tumor di kakinya, pernah mencoba untuk berdiri tapi hampirki jatuh di sungai, untung ada warga yang liatki, gubuknya juga berbau dan gelap itumi kasian kakinya sering di gigit tikus,” Jelas badi.

Lanjutnya untuk makan sehari harinya pun nenek saora diberi oleh tetangga yang menaruh iba kepadanya, lantaran dirinya sudah tak dapat melakukan aktifitas selain duduk dan berbaring.

“tidak bisami juga makan sendiri, tiap hari tetangganyaji yang bawakanki makanan jadi, kadang digantikan juga pakeannya, tapi alhamdulillah kemarin sudah adami pak camat yang datang berkunjung, setelah ada orang yang pernah fotoki kondisinya nenek terus di sebar ke facebook,” tambah badi.

Diketahui kehidupan nenek Saora terungkap ke publik setelah seorang warga menyebarkan foto lansia ini dengan gubuknya di media sosial. Potret kehidupannya pun sempat ramai jadi perbincangan dunia maya, yang membuat pada akhirnya  pemerintah datang dan memjanjikan akan memperbaiki gubuk milik nenek Malang ini. (**)