Komisi VII DPR Perkenalkan Manfaat Nuklir di Takalar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung pada acara sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Di UPT Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Takalar, Sabtu 3 Maret 2018.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung pada acara sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Di UPT Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Takalar, Sabtu 3 Maret 2018.

TAKALAR, DJOURNALIST.com – Komisi VII DPR RI memperkenalkan manfaat tenaga nuklir dalam bidang pertanian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Komisi yang bergelut dalam bidang energi sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup ini memfasilitasi sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Di UPT Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Takalar, Sabtu 3 Maret 2018.

Di kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung menuturkan, nuklir jangan menjadi momok. Jangan membayangkan bahayanya, tetapi manfaatnya.

“Mendengar kata Nuklir orang biasanya kaget dan berusaha menjauh. Tapi, hari ini clear, nuklir juga banyak manfaatnya,” tutur Tamsil.

Misalkan, katanya, di bidang pertanian. Ada benih padi unggul dari Batan. Benih tersebut merupakan dedikasi nuklir dari hasil penelitian Batan. Teknologinya diklaim bisa meningkatkan produktivitas padi.

Lanjutnya, sesuai informasi yang diperoleh, produksi padi Takalar mencapai 5,2 ton per hektar dan memberikan kontribusi Rp560 miliar setiap tahun. Dengan penerapan benih padi Batan bisa meningkat lebih dari 9 ton. “Belum lagi jika irigasi dikembangkan dgn baik. Bisa panen beberapa kali dalam setahun,” katanya.

Dengan demikian, aset pertanian akan ikut meningkat pula. DPR, lanjutnya, berupaya mendorong pemerintah pusat untuk memberikan priotitas peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian.

Tamsil juga berkomitmen mengintegrasikan pertanian dengan sektor lain, seperti bidang peternakan. Bahkan, dia akan mengajak lembaga dan kementerian apapun untuk memberikan bantuan.

“Saya selalu berusaha memperjuangkan nasib para petani. Karena itu, setiap kali ada kesempatan untuk memfasilitasi para petani dengan hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani, saya selalu hadir,” tandas Tamsil.

Sementara itu, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir Nasional Batan, Hendig winarno mengatakan, Batan merupakan lembaga non kementerian. Batan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. “Batan bertujuan untuk kemasyarakatan dan kesejahteraan. Ada kesepakatan nuklir untuk kemaslahatan,” katanya.

Batan juga memiliki banyak tugas. Tugasnya mengembangkan manfaat nuklir dalam berbagai bidang, seperti energi, kesehatan, industri, perternakan, pertanian dan sektor lain.

Di bidang pertanian, dia memberikan contoh pada benih padi yang sering terkena radiasi matahari. Batan juga memiliki sinar radiasi gamma. “Sekali disinari benih padi berubah, bisa berubah tidak baik dan baik. Kita ambil yang berubah baik,” baiknya.

Alat tersebut juga bisa menyeleksi umur padi, padi yang memiliki produktivitas tinggi, tahan hama wereng, batang yang kokoh dan manfaat lainnya.

Dan dari penlitian sejak 1982, Batan memproduksi 23 varietas unggul padi. Dan sejauh ini, imbuhnya, varietas tersebut diujicoba pada 3 juta hektar sawah di berbagai daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Nirwan Nasrullah mengatakan, Kabupaten Takalar memberikan apresiasi yang tinggi atau kunjungan dan sosialisasi ini. Dia berharap, petani terbuka terhadap teknologi dan menggunakan benih padi unggul tersebut.

“Karena kita harus berubah sehingga ada lompotan dalam mempercepat kesejahteraan rakyat,” katanya.

Apalagi, kontribusi terbesar di Takalar memang berasal dari sektor pertanian. Di mana, persentasi kontribusi pertanian mencapai 45 persen. Jadi, tambahnya, harus serius di sektor tersebut.

Hadir ratusan penyuluh dan kelompok tani Kabupaten Takalar dalam sosialisasi dan diseminasi ini. (**)