Tinjau Lokasi Pengungsian Rohingya, DPRD Sulsel Terbelangah

Kadir Halid.

Kadir Halid.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan meninjau lokasi pengungsian rohingya dari negara konflik di dua titik yaitu, Wisma Favorit Jalan Bonerate dan Wisma Baji Rupa Jalan Mappaoddang Makassar, Selasa 3 April 2018.

Rata-rata pengungsi berasal dari negara, Myanmar, Afganistan, Iran dan Irak. Para pengungsi ini ditangani oleh UNHCR dan diawasi oleh Kantor Imigrasi. Yang menjadi perhatian para anggota dewan saat melakukan peninjauan di lokasi pengungsian, banyaknya pengungsi Rohingya, Myanmar menikah dengan wanita Makassar.

“Ini pengungsi di mana ketemu dengan wanita Makassar, sehingga mereka menikah?,” tanya Anggota Komisi E dari Fraksi Demokrat, Fadriaty AS.

Menurut Enceng sapaan akrab Fadriaty, para pengungsi yang berada di Makassar, tidak memiliki kebebasan, bahkan mereka harus mendapatkan pengawasan ketat dari Kantor Imigrasi.

“Ini pengungsi tidak bisa bermalam di rumah istrinya, begitu juga istrinya tidak boleh bermalam di tempat pengungsian, dia hanya bisa datang menjenguk sampai pukul 19.00 WITA,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E, Kadir Halid menambahkan, para pengungsi ini harusnya sudah berada di negara ketiga. Mengenai soal pengungsi yang menikah dengan wanita Makassar, pihaknya akan berencana memanggil pihak Imigrasi dan organisasi yang menangani pengungsi untuk membahas mengenai hal itu.

“Inilah yang mau dirapatkan, apakah memungkinkan pengungsi menjadi warga negara atau tidak, kalau tidak harusnya mereka sudah berada di negara ketiga. Mengenai istrinya kalau dikirim ke negara ketiga hanya ada dua pilihan, yaitu cerai atau ikut sama suami,” kata Polisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, jumlah pengungsi yang berada di Wisma Favorit sebanyak 53 orang, di Wisma Baji Rupa sebanyak 80 orang.(**)