SYL: Terima Kasih dan Biarkan Saya Mengarungi Samudera dan Hanya Gelombang yang Bisa Menenggelamkan

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dalam apel besar terakhir yang dipimpinnya sebagai gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan beberapa falsafah untuk menjaga harga diri masyarakat Sulsel.

“Saya Bugis, saya Makassar, saya Mandar, saya Toraja, kalian Bugis, Makassar, Mandar, Toraja. Siapa saja yang menjaga harga diri, martabat dan gengsinya, serta memberi makan rakyat Sulsel mereka adalah Bugis, makassar, mandar, toraja,” ujarnya.

Selain pelaut ulung, orang Sulawesi Selatan juga orang yang cerdas.

“Tidak ada orang yang bisa merancang pinisi, selain orang yang memiliki kecerdasan,”tambah Syahrul.

Semua penghargaan yang diterima Sulsel selama sepuluh tahun, diakuinya, bukan karena dirinya, melainkan berkat seluruh jajarannya.

“Bukan karena Syahrul, tapi karena kalian semua. Reso pa temmangingi na malomo na letei pammase dewata e,”lanjutnya.

Dalam penutup amanatnya, SYL mohon pamit dan berterima kasih.

“Saya berterima kasih dan izinkanlah saya berhenti menjadi gubernur. Biarkan saya mengarungi samudera dan hanya gelombang yang bisa menenggelamkan syahrul,” tutupnya. (**)