Diskusi Publik, Basdir Ungkap Keluhan Masyarakat Pengguna KIS

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Demokrat, Basdir

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Demokrat, Basdir.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sekretariat Dewan Perwakilan rakyat daerah (Sekwan) Kota Makassar, gelar diskusi publik masalah aktual kemasyarakatan denagn tema ‘Prosedur Pelayanan Kesehatan yang di Jamin BPJS’, di Ramayan Hotel, Jalan Gunung Bawakaraeng No. 121, Jum’at 13 Juli 2018.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Basdir, mengaku banyak menerima keluhan terkait pelayanan kesehatan yang disediakan oleh Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS).

“Saya kurang lebih empat tahun di DPRD, begitu banyak persoalan yang dihadapi oleh masyaralat kita tentang pelayanan BPJS. Seperti yang saya sampaikan tadi, ada bebeapa
soal yang sering terjadi,” kata Legisltor Fraksi Partai Demokrat itu.

Beberapa hal yang dikeluhkan oleh ,asyrakat antaralain yaitu ketersedian kamar bagi pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) khususnya bagi pemegang KIS yang disubsidi oleh pemerintah.

“Kalau kita direujuk ke Rumah Sakit, tiba-tiba Rumah Rakit bilang full kamar. Sementara pasien mau kamar tersedia. Ada peniterasi, ada peng-anak-tirian terhadap pasien KIS yang ada, dan mungkin seluruh Indonesia pun berlaku fenomena seperti itu,” jelasnya.

Kemudian trekait ketersediaan obat habis, yang mengharuskan pasien untuk mencari obat di Apotek lain yang tentu tidak menjadi tanggungan BPJS dan dengan harga yang cukup mahal. Dalam persoalan ini. Basdir, mengkhawatirkan ada unsur kerjasama atau kongkalikong antara Pihak Rumah Sakit atau Dokter bersangkutan dengan pihak Apotek.

Persoalan ketiga, kata Basdri, terkait dengan antrian panjang yang harus dilalui oleh seorang pasien pengguna KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kasian pasien sudah sakit seperti itu kemudian lama-lama antri juga kemudian penyakitnya tambah parah. Ini mungkin
peru perhatian khusus dari pihak BPJS dan Rumah Sakit yang ada di Kota Makassar, termasuk dinas sosial,” katanya.

Hadir sebagai pemateri, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Hadarati Razak. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Naisyah T. Azikin. Kepala BPJD Cabang Makassar, Ichwansyah Gani. Serta Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir, dan puluhan masyarakat Kota Makassar.(**)