Jelang Idul Adha, Legislator Makassar Ini Minta Dinas Terkait Awasi Penyaluran Hewan Kurban

Jelang Hrai Raya Idul Adha, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, menghimbau kepada Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Makassar untuk terus mel;akukan pengawasan terhadap pemasaran hewan kurban.

Jelang Hrai Raya Idul Adha, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, menghimbau kepada Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Makassar untuk terus mel;akukan pengawasan terhadap pemasaran hewan kurban.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Jelang Hari Raya Idul Adha, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, menghimbau kepada Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Makassar untuk terus mel;akukan pengawasan terhadap pemasaran hewan kurban.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Badaruddin Opier, mengatakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Makassar dapat bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, untuk melakukan pengawasan di perbatasan Kota Makassar, terhadap penyaluran hewan ternak dari daerah yang akan dimasukkan dan di pasarkan di Kota Makassar.

“Saya kira ini memang penting untuk saat ini kita bahas terkait pengawasan hewan kurban, mengingat hari raya kurban semakin dekat. Seharusnya Dinas Peternakan bekerjasama dengan Dinas yang berkompeten, yang terkait karena pengawan memang perlu di tingkatkan,” kata
Legislator Fraksi Partai Gerindra, kepada djournalist.com, Sabtu 21 Juli 2018.

Legislator yang akrab disapa, Bro Opier ini, menjelaskan bahwa pengawasan di perbatasan kota merupan upaya untuk mengantisipasi pemasaran hewan ternak yang berpenyakit. Ia beraggapan bahwa, seharusnya hewan ternak yang akan dipasarkan harus melalui proses
karantina terlebih dahulu untuk memastikan kelayakannya untuk dikonsumsi.

“Jangan sampai para penyalur ini atau hewan ternak yang dipasarkan ke Kota Makassar ini adalah hewan yang berpenyakit. Seharusnya hewan-hewan itu masuk di Balai Karantina baru dilepaskan ke pasar. Jadi, perlu itu tingkat pengawasan diperketat,” jelasnya.

Menurutnya, selain perbatasan induk Kota Makassar, beberapa perbatasan juga perlu diawasi. Misalnya di perbatan Kota Makassar – Gowa, Jalan Aroepala, Hertasning Baru, serta perbatasan Makassar-Takalar, Jalan  Metro Tanjung Bunga.

“Selain Mandai dan Alauddin, titik itu ada di Metro lewat Barombong. Dari Sinjai juga yang lewat Malino itu juga perlu diawasi. Jadi memang sebaiknya kerjasama dengan Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Maka dari itu, Bro Opier berharap truk yang mnegangkut hewan ternak dijaga dengan ketat, bahkan jika perlu diarahkan ke Balai Karantina untuk dilakukan pengecekan ter;ebih dahulu. “Apakah itu perekor atau dalam jumlah banyak, itu tetap harus dicek. Jangan sampai masyarakat jatuh sakit karena mengkonsumsi daging hewan kurban yang tidak layak,”katanya.(**)