Rapat P2APBD 2017, Dewan Soroti Pembangunan Tower Wifi

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar rapat Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) 2017.

Dalam hal ini, dewan menyoroti penggunaaan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota Makassar.

Mulai dari Dinas Kearsipan, Dinas Kominfo, Dinas Catatan penduduk dan Catatan Sipil dan beberapa SKPD lainnya.

Namun pembahasan difokuskan pada keberadaan tower Wifi yang tidak difungsikan, sehingga dewan menduga ada indikasi pembiaran yang dilakukan Diskominfo Makassar.

Hal ini dijelaskan Anggota Komisi A DPRD Makassar, Zaenal Beta bahwa tower yang ada di Makassar, kian hari memang mengalami peningkatan.

Namun disayangkan penambahan tower wifi ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita sudah tekankan kemarin sama kominfo saat rapat anggaran kemarin. Untuk segera tower yang sudah terbangun difungsikan sedangkan yang ilegal ditertibkan,” kata legislator Fraksi PAN ini, saar ditemui di ruangannya, Rabu 8 Agustus 2018.

Meski demikian, Zaenal sapaannya mengaku beberapa tower sudah difungsikan. Ia juga beranggapan bahwa proses pengaktifan tower wifi dilakukan secara bertahap.

“Tapi saya dengar kemarin sudah ada beberapa yang difungsikan, tapi ada juga belum. Mungkin mereka mengerjakannya secara bertahap,” haturnya.

Zaenal berharap agar tidak ada lagi izin membangun tower di wilayah Makassar, melihat banyaknya tower yang menjamur dan tidak ada usaha peningkatan dalam hal PAD. Inilah yang dianggap menimbulkan kesan pembiaran.

“Mesti diatur dengan baik penataannya karena selama ini pemberian izin juga terlalu longgar pemerintah kita juga harus tegas, sudah bangun tower kiri kanan tapi tidak difungsikan dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Ismail Hajiali mengaku, pihaknya telah melakukan pengurangan jumlah tower.

Dimana sebelumnya 16 unit sebelumnnya kemudian dikurangi sebanyak delapan unit tower.

” Kita memiliki pengawasan tersendiri, tentu kita awasi itu,” ucapnya. (**)