Berawal dari Transaksi Narkoba yang Berujung pada Pembakaran Rumah

Pelaku yang diamankan di Mapolrestabes Makassar. (foto: hardiansyah/djournalist.com)

Pelaku yang diamankan di Mapolrestabes Makassar. (foto: hardiansyah/djournalist.com)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Terungkap sudah teka-teki di balik kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Senin, 6 Agustus 2018 lalu. Polrestabes Makassar telah mengamankan sedikitnya 6 orang terkait kasus tersebut.

Adalah Akbar Dg Ampu (27), Andi Muhammad Ilham Ashari (23), Wandi (23), Haidir (25), Ridwan Idris (23), dan Iwan (23). Keenam pelaku tersebut memiliki perang yang berbeda-beda.

Menurut Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, kebakaran yang menghanguskan 5 rumah dan menewaskan 6 orang tewas adalah buntut dari beberapa permasalahan yang melibatkan salah satu korban, Fahri alias Desta (24).

Ada jalin-kelindang yang berakibat pada pembakaran. Dimulai dari transaksi narkoba antara Fahri dan Akbar Dg Ampu, yang merupakan napi pembunuhan dan narkotika yang mendekam dalam lapas.

“Ada transaksi narkoba antara salah satu korban dengan otak pelaku pembakaran, yakni Akbar Dg Ampu. Dari penuturan pelaku, korban ini memiliki utang 10 juta rupiah dengan jumlah narkotika 9 paket,” ujar Kombes Pol Irwan Anwar, saat menggelar jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Minggu, 12 Agustus 2018.

Akbar Dg Ampu yang juga mengendalikan peredaran narkotika dari dalam lapas tersebut memerintahkan kepada tiga pelaku lainnya, Wandi, Haidir, Ridwan Idris untuk menagih pelaku. Pada Sabtu malam, 4 Agustus 2018 lalu, sebelum kejadiaan naas itu, korban dikeroyok oleh ketiga pelaku.

“Pelaku disuruh oleh Akbar Dg Ampu untuk menagih,” sambung Irwan Anwar.

Pada Senin subuh, 6 Agustus 2018, dua pelaku lainnya, Andi Muhammad Ilham Ashari dan Appang alias Rahman (DPO) melakukan pembakaran di rumah kakek korban. Di lokasi kejadian, tim labfor menemukan botol bekas air meneral yang diduga kuat diisi bensin yang digunakan untuk melakukan pembakaran.

“Selain itu, hasil laboraturium menemukan ada api terbuka di lokasi kejadian. Satu pelaku masih kita kejar, pelaku pembakaran,” tambah Irwan Anwar.

Sebagaimana diketahui, kebakaran tersebut menewaskan enam orang yakni, Fahri (24), Sanusi (70), Bodeng (65), Musdalifah (40), Namira (21), dan Hijas (2). Polisi membantah, bahwa sesaat sebelum dilakukan pembakaran, korban mengalami penganiayaan berat.

“Tidak ada penganiayaan, cuma beberapa hari sebelum kejadian. Hanya pembakaran yang dilakukan oleh dua pelaku,” jelas Irwan Anwar.

Sementara satu pelaku lainnya, Iwan, merupakan perantara antara Akbar Dg Ampu dengan korban Fahri dalam transaksi narkotika. Polisi juga masih mendalami peran lain dari pelaku Iwan.

Selain memburu satu DPO pelaku pembakaran, polisi juga masih mendalami asal barang haram tersebut diperoleh. Dari keterangan Akbar Dg Ampu, barang tersebut diperoleh dari Aswar. (**)