Warga Desa Ampekale Maros Kembali Dilanda Kekeringan

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Warga yang bermukim di dusun mangarabombang, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mulai mengalami krisis Air bersih akibat dampak dari kemarau, Minggu 12 Agustus 2018.

Sulitnya mendapatkan air bersih dikarenakan kekeringan yang melanda desa ini sejak dua bulan terakhir mengakibatkan sejumlah sumur milik warga mengering.

Demi mendapatkan air untuk digunakan sehari-hari warga pun terpaksa rela berjalan kaki menempuh jarak sekitar dua kilo meter melalui pematang untuk menimba air yang berada di tambak.

Salah seorang warga bernama Rahma (28), mengungkapkan, jika kesulitan air bersih di desanya sudah terjadi selama sebulan lebih.

” Tiap tahun dilanda kekeringan cuman tahun ini yang terparah, semua sumur sudah kering, sementara kita butuh air bersih untuk  digunakan sehari hari, seperti untuk keperluan mencuci, mandi dan sebagainya, karena susah untuk mendapatkan air bersih, terpaksa kita gunakan air tambak meskipun agak kotor dan berbau, tapi mau diapalagi, sebelum digunakan kita kasih tawas terlebih dahulu biar agak jernih,”jelas Rahma.

Lanjut dikatakan, dirinya pun berharap agar pemerintah setempat bisa memperhatikan mereka, sebab kekeringan yang terjadi di kampung mereka bukan kali pertama terjadi, namun sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

“Kami sangat berharap bantuan Pompa Air dari pemerintah, khususnya pemerintah desa agar tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih khususnya saat kemarau panjang seperti sekarang ini, sebenarnya ada mobil tangki yang setiap hari membawa air bersih cuman dibeli dan harganya itu agak mahal, 5000 untuk 4 jarigen,” tambahnya.

Sementara it, warga lainnya bernama Ashari (25)  mengatakan, permasalahan kekeringan sudah melanda desanya sejak bertahun tahun lalu.

“Kekeringan ini sudah dari kecil, kami menderita setiap kemarau datang, memang enggak ada air bersih sama sekali kecuali kita beli, tetapi sudah biasalah namanya tiap tahun,” tutupnya. (**)