Dewan Makassar Lakukan Sidak Terhadap Gudang Nakal

Maraknya aktivitas gudang nakal yang melakukan aktivitas bongkar muatan dalam kota membuat masyarakat resah. Hal itupun membuat anggota DPRD Makassar lintas komisi melakukan Inspeksi Mendakak (Sidak), Senin 20 Agustus 2018.

Maraknya aktivitas gudang nakal yang melakukan aktivitas bongkar muatan dalam kota membuat masyarakat resah. Hal itupun membuat anggota DPRD Makassar lintas komisi melakukan Inspeksi Mendakak (Sidak), Senin 20 Agustus 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Maraknya aktivitas gudang nakal yang melakukan aktivitas bongkar muatan dalam kota membuat masyarakat resah. Hal itupun membuat anggota DPRD Makassar lintas komisi melakukan Inspeksi Mendakak (Sidak), Senin 20 Agustus 2018.

Rombongan anggota DPRD Makassar diantaranya Kamaruddin Olle (Nasdem), Basdir (Demokrat), Jufri Pabe (Hanura), Sampara Sarif (PPP), Azis Namu (PPP), Fasruddin Rusly (PPP), dan Susuman Halim (Demokrat).

Pada pelaksanaan sidang dewan menemukan sejumlah gudang yang membandel yang dimaksud di atas, dan berlokasi di Jalan Tarakan dan Jalan Cakalang Kota Makassar.

Anggota Komisi C bidang Pembangunan DPRD Makassar, Kamaruddin Olle menjelaskan hasil pembicaraan dengan para pemilik gudang terkait permasalahan yang ada. Dalam perbincangannya pemilik gudang mengaku bersedia untuk dipanggil menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Alhamdulilah pemilik gudang yang tadinya keras kepala, mereka siap hadiri rapat di DPRD setelah kita bicara baik-baik tadi. Ini untuk kepentingan kita semua, persoalan gudang dalam kota kerap dikeluhkan masyarakat kita,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin, juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat dewan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak pihak Gudang yang membandel.

“Persoalan gudang yang cukup meresahkan masyarakat selama ini harus dituntaskan. Nanti kita lihat kalau sudah rapat, dan masih membandel, maka kita akan rekomendasikan ke Pemerintah Kota untuk disanksi dan kalau perlu dicabut izinnya saja, ” tegas legislator Nasdem itu.

anggota dewan lainnya yang juga turut dalam pelaksanaan sidak, Sampara Sarif, juga menegaskan bahwa dewan tidak akan main-main dalam persoalan ini. apalagi pemerintah Kota Makassar sudah tidak mengizinkan gudang dalam kota beroperasi.

“Sudah tidak diperbolehkan ada gudang beroperasi dalam kota, Pemkot sudah tegaskan itu sejak dulu. Jadi kalau masih ada yang membandel, harus ditindak sesuai aturan,” tegas Ketua Komisi D itu.

Andre selaku salah satu pemilik gudang mengaku siap untuk dipanggil menghadiri RDP. “Kita selalu siap kalau diujdang, karena kami juga mengikuti aturam yang ada. Saya kira bukan gudang sumber kemacetan, banyak warung-warung kopi yang bikin macet juga,” ungkapnya.

Begitu pula dengan salah satu pemilik gudang lainnya, Herman mengatakan bahwa dirinya selalu siap mengikuti aturan pemerintah yang ada.