Status KKS Penderita Kusta Tak Jelas, Dewan Soroti Dinsos Makassar

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Badaruddin Opier.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Badaruddin Opier.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Warga Kompleks Kusta Jongayya sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Makassar, untuk menyampaikan aspirasi seluruh warga penderita kusta yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota Makassar.

Kedatangan warga terseut disambut anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Badaruddin Opier yang juga merupakan legislator terpilih di wilayah tersebut, Daerah Pilih (Dapil) V (Mariso, Mamajang, Tamalate).

“Kedatangan mereka ini untuk kembali menyampaikan aspirasinya untuk dibuatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) di kompleks tersebut. Mereka juga menuntut terkait rekening dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang sudah empat tahun belum cair-cair,” kata Legislator Fraksi Partai Gerindra itu, Senin 27 Agustus 2018.

Diketahui bahwa sebelumnya Balai Pengobatan terhadap penderita kusta ditangani Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, namun kini menjadi tanggungjawab pemerintah Kota Makassar.

“Itu sudah diserahkan ke pemerintah Kota Makassar. Waktu Provinsi itu masih ada minimal satu kali sebulan, tapi sekarang tidak ada lagi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Bro Opier sapaannya meminta agar dinas terkait benar-benar memperhatikan hal tersebut. Khususnya kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Sosial Kota Makassar.

Saat dikonfirmasi terkait status KKS penderita kusta, Kepala Bagian KKS Dinsos Makassar, Burhanuddin justru memberikan tanggapan yang dinilai tidak etis untuk dilakukan oleh seorang aparat negara yang bertugas sebagai pelayan masyarakat.

“Yang sangat menjengkelkan itu tadi dari Dinas Sosial. Kami tanyakan masalah KKS-nya orang-orang kusta ini. Jadi, saya sampaikan untuk mengarahkan mereka ke Kantor Dinsos,” kata Bro Opier.

Namun, Kabag KKS ini justru menyuruh Bro Opier untuk datang sendiri ke Dinsos Makassar, dengan nada yang kurang sopan. Atas perlakukan tersebut, Bro Opier merasa tersinggung.

“Ada apa dengan Kabag ini? Fatal sekali ini seorang pelayanan masyarakat berlaku seperti itu,” ungkapnya.

“Kita saja anggota Dewan tidak dihargai, bagaimana dengan masyarakat biasa. Jadi saya pikir, Pak Mukhtar Tahir bisa memberi teguran kepada bawahannya untuk bisa lebih berlaku sopan, apalagi untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” haturnya.

Bro Opier, mengaku siap melakukan apa saja untuk kebaikan bersama. Khususnya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. (**)