Dewan Minta Ada Efek Jera Pengembang Fasum Fasos Bandel

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fasum Fasos DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fasum Fasos DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Dari 453 Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, hanya lima persen yang saat ini sudah diserahkan kembali pengembang ke Pemkot Makassar.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fasum Fasos DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir mengatakan, jumlah tersebut masih sangat kecil.

“Masih banyak yang kurang. Saat ini masih kurang lebih 5 persen dari total pengembang yang ada di makassar, masih kecil sekali,” terang Legislator Fraksi Partai Golkar ini, Kamis 20 September 2018.

Berdasarkan pengakuan dewan bahwa sebagian besar pengembang yang ada di Kota Makassar acuh terhadap aturan penyerahan Fasum Fasos ini.

Dimana setiap pengembang diwajibkan menyerahkan pendapatan fasum fasosnya sebanyak 30 persen kepada Pemkot Makassar.

“Hampir semua pengembang di Makassar itu membandel, maka kita dorong pak wali untuk mengambil semua langkah untuk mencari fasum fasos yang tidak menyerahkan 30 persen itu. Sekaligus mengambil langkah inisiatif untuk menjemput fasum fasos tadi, karena ini kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Legislatior Fraksi Partai Golkar ini pun menyarankan agar Pemkot Makassar memberikan efek jerah kepada para pengembang yang tidak taat aturan.

“Masa seenaknya saja mereka menyerahkan fasumnya. Oleh karena itu, langkah apapun yang diambil pemkot saya pasti dukung 1000 persen,” tutupnya. (**)