Lomba Desa dan Kelurahan 2018 Tingkat Provinsi, Ini Dia Pemenangnya

Pemenang lomba desa dan kelurahan yang diadakan pemerintah Provinsi Sulawedi Selatan diumumkan, Kamis, 27 September 2018. Bertempat di Hotel Four Points by Sheraton, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Pemenang lomba desa dan kelurahan yang diadakan pemerintah Provinsi Sulawedi Selatan diumumkan, Kamis, 27 September 2018. Bertempat di Hotel Four Points by Sheraton, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pemenang lomba desa dan kelurahan yang diadakan pemerintah Provinsi Sulawedi Selatan diumumkan, Kamis, 27 September 2018. Bertempat di Hotel Four Points by Sheraton, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Adalah Desa Kambuno, Kecamatan Bakumpa, Kabupaten Bulukumba, yang menjadi juara 1 lomba desa. Sedang, untuk lomba kelurahan, dimenangkan oleh Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajanh, Kota Makassar.

Untuk lomba Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Berprestasi, diraih oleh BUMDes Lompulle, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Sementara untuk lomba posyandu, dimenangkan oleh Posyandu Kacang, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Nurdin Abdullah berharap, untuk seluruh pemanang, bahwa hasil karya rancang bangun mereka dapat secara berkesinambungan dikembangkan dan dibina melalui pendampingan.

“Semua hasilnya ini dibuat pendampingan ahlinya, misalnya penyulingan air laut tadi. Sementara di negara maju ada hasil riset, itu terus diulang sampai hasilnya sempurna,” ujarnya.

Penyulingan air lau tersebut adalah salah satu inovasi yang memenangkan lomba. Selain lomba di atas yang disebutkan, ada juga lomba teknologi tepat guna. Pemenangnya adalah Septian Suryo, dengan inovasi teknologi puffer-mesin pengolah air laut menjadi air minum.

Menurut mantan Bupati Bantaeng tersebut, hasil inovasi harus didukung penuh. Bahkan, jika menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan, seperti untuk teknologi tepat guna, pemprov dapat mendorong industri yang bisa menciptakan hal-hal yang bermanfaat.

“Itu menjadi hak paten mereka, dan mereka sisa menerima royalti. Ini kan bisa dibuat untuk skala besar dan lebih menjanjikan,”jelas Nurdin Abdullah.