Gubernur Nurdin Abdullah Beri Ultimatum Bagi Pejabat Yang Tak Mampu Wujudkan Reformasi Birokasi

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Sebulan lebih Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman dilantik jadi Gubernur dam Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Pada program 100 hari pertama masa pemerintahannya, Nurdin Abdullah hendak mewujudkan reformasi birokrasi. Hal tersebut menjadi penekanannya.

Tentu, apabila ada pejabat yang tidak mampu mengikuti cara kerja cepat dan nyata yang dicanamkan Nurdin Abdullah, konsekuensi menanti. Hal tersebut diungkapkannya, pasca melantik Ashari Fakhsirie Radjamilo sebagai Pj Sekda Sulsel, Rabu, 10 Oktober 2018.

“Saya orientasinya hasil, bukan yang berwacana. Kita mau konkrit, yang jelas simpelkan birokrasi dan izin dimudahkan,” sebut guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin tersebut.

Meski tidak menyebutkan OPD yang dimaksud, dirinya mengingatkan kepada pejabat yang jalan di tempat atau tidak menunjukkan gebrakan atau terobosan, untuk meninggalkan posisinya.”Kalau tidak bisa kita kasih ke orang yang bisa. Ngapain bertahan kalau tidak bisa, itu merugikan orang. Kalau menghambat, kita cari orang lain,”jelas alumni Universitas Kyushu Jepang tersebut.