Pemprov Sulsel Belum Tentukan Lokasi Pelantikan Taufan Pawe dan Muslimin Bando, Ini Penyebabnya

Wali Kota Parepare dan Bupati Enrekang terpilih, Taufan Pawe (kiri) dan Muslimin Bando (kanan)

Wali Kota Parepare dan Bupati Enrekang terpilih, Taufan Pawe (kiri) dan Muslimin Bando (kanan)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  – Kepala Biro Pemerintahan Sulawesi Selatan, Hasan Basri Ambarala mengatakan sampai ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum memutuskan lokasi pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare terpilih, Taufan Pawe-Pangerang Rahim dan Bupati dan Wakil Bupati Enrekang terpilih, Muslimin Bando-Asman. Alasannya jadwal pelantikan masih bermasalah.

“Belum ada petunjuk dimana pelantikan pak Taufan dan Muslimin Bando,”ujar Hasan ketika dihubungi Djournalist.com, Ahad 14 Oktober 2018.

Menurutnya, jadwal pelantikan kedua pasang kepala daerah itu bukan pada tanggal 31 Oktober.”Jadwal pelantikan pak Taufan dan Muslimin Bando bermasalah. Bukan tanggal 31 Oktober melainkan pada bulan Desember,”dia menambahkan.

Karena itu, Hasan melanjutkan, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah marah. Karena tidak sesuai tahapan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Dimana gelombang pertama yaitu empat kepala daerah di Sulawesi Selatan yang sudah dilantik lebih dulu pada tanggal 26 September lalu. Yakni Kabupaten Bone, Bantaeng, Sinjai, dan Kota Palopo.

Lalu gelombang kedua, yaitu Parepare dan Enrekang pada bulan Desember, dan gelombang ketiga pada bulan Maret 2019 mendatang enam daerah yang tersisa. Yakni Kabupaten Sidrap, Jeneponto, Wajo, Luwu, Pinrang, dan Kota Makassar (Pejabat sementara).

“Jadi pak gubernur tak mau lantik kalau ditanggal itu. Silahkan saja pak Soni yang melantik,”tutur Hasan menirukan ucapan Nurdin Abdullah.

“Sampai saat ini pun belum ditahu lokasi pelantikannya. Tapi yang pasti di ibu kota Sulawesi Selatan,”tutur Hasan.

Merespon hal ini, Dirjen Otoda Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono tak menampik jika Taufan Pawe dan Muslimin Bando akan dilantik pada bulan Desember mendatang. Hanya saja ia mengaku ada perubahan sehingga dimajukan. Yaitu pelantikan serentak gelombang II (Enrekang dan Kota Pare-pare) digelar pada tanggal 31 Oktober 2018. Lalu, pelantikan serentak gelombang III (Sidrap dan Jeneponto) tanggal 31 Desember 2018. Kemudian pelantikan serentak gelombang IV ( kabupaten Wajo dan Luwu) tanggal 16 Febebruari 2019, Selanjutnya pelantikan Bupati Pinrang tanggal 25 April 2019 sendirian, dan pelantikan pejabat sementara (Pjs)) Wali Kota pada tanggal 9 Mei 2019 yang menjabat sudah terpilihnya Wali Kota Makasar definitif yang baru. Masa jabatan Pjs Wali Kota cukup lama, 1,5 Tahun.

“Catatan, tanggal-tanggal tersebut masih harus dikonfirmasikan dengan jadwal waktu pak gubernur Sulsel, yang akan melantiknya,”katanya.