Berpolemik, Dewan Sulsel Mediasi Pekan Olahraga Provinsi

Rapat dengar pendapat terkait pekan olahraga provinsi yang digelar di DPRD Sulsel.

Rapat dengar pendapat terkait pekan olahraga provinsi yang digelar di DPRD Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan memediasi polemik yang terjadi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar pada tahun 2022 mendatang di Kabupaten Sinjai. Pasalnya kegiatan itu memunculkan dua daerah sebagai tempat penyelenggara.

Aliansi masyarakat peduli olahraga Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri berharap polemik ini dapat diselesaikan oleh dewan Sulawesi Selatan. Pasalnya, KONI Sulawesi Selatan tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Padahal sudah dilakukan pertemuan antara Koni Bulukumba dan Sinjai.

“Sudah ada pertemuan. Bahkan sudah dilakukan voting. Dimana hasil voting menyebutkan sejumlah pengurus Koni meraih 21 suara dan Bulukumba hanya tiga suara. Tapi ternyata putusan akhir tetap dua daerah itu menjadi tuan rumah bersama,”ujar Jufri, Kamis 18 Oktober 2018.

Sementara itu, Ketua Koni Sinjai, Suardiman tetap bersikukuh bahwa daerahnya yang layak menjadi tuan rumah Porprov ini. Sebab pihaknya telah mengikuti mekanisme yang diajukan oleh KONI Sulawesi Selatan. Seperti adanya uang pendaftaran sebesar Rp 125 Juta dan biaya uang penjaringan dilapangan Rp 50 Juta.

“Ada tiga daerah yang ajukan sebagai tuan rumah. Yaitu Kabupaten Lutim, Bulukumba, dan Sinjai. Tapi hanya kami yang mampu mengikuti prosedurnya. Tapi kok dibelakang hari tetap ada dua daerah,”katanya.

Lebih lanjut Suardiman mengatakan, pihaknya pun telah mengantongi SK dari gubenur Sulawesi Selatan, bahwa Sinjai yang menjadi tuan rumah.Bukan Bulukumba.”Kami sudah mengantongi SK dari gubernur. Meski SK pertama dan kedua yang kami dapat SK abal-abal dari Dispora. Sebab tak ada nomor surat dan tandatangan dari pak Nurdin Abdullah,”ucapnya.

Ketua KONI Sinjai, Suardiman

Ketua KONI Sinjai, Suardiman

Merespon hal ini, Ketua KONI Bulukumba, Andi Makkasau tak menampik jika pertemuan antara seluruh KONI yang dimediasi oleh KONI Sulsel beberapa waktu lalu terjadi deadlock. Menurutnya, itu terjadi karena ada pihak yang melakukan intervensi.

“Deadlock Karena ada pihak dari KONI intervensi,”katanya.

Adapun Wakil Ketua Komisi E Bidang Kesra, Muh. Rajab menuturkan, dalam RDP tadi, pihaknya merekomendasikan pada Pemerintah Provinsi untuk kembali pada usulan KONI yang menetapkan Sinjai sebagai tuan rumah tunggal Porprov 2022.

Keputusan itu diambil setelah mendengarkan keterangan dari berbagai macam pihak seperti, KONI Provinsi, Kabupaten/Kota, Dinas Pemuda dan Olahraga, Biro Hukum dan Masyarakat, dan pencinta olahraga.

“Semua pihak harus menghargai keputusan KONI yang diambil melalui jalur voting, Pemprov tidak bisa memaksakan diri untuk mengatur sekehendaknya, harus juga menghargai proses yang telah berbuah hasil di KONI.

Setelah keluarnya rekomendasi ini, tidak ada lagi perselisihan terkait tuan rumah Porprop 2022. Hanya satu yaitu Sinjai,”jelas Rajab.