Pansus Sayangkan Draft Ranperda Perlindungan Perawat Belum Rampung

Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Perawat, Shinta Masita Molina.

Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Perawat, Shinta Masita Molina.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Perawat sayangkan kinerja tim penyusun naskah akademik.

Pasalnya, beberapa aturan dalam draft Perda Perlindungan Perawat yang telah disusun tidak sesuai dengan bahasa hukumnya.

Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Perawat, Shinta Masita Molina mengatakan, bahwa Pansus mengamanahkan perbaikan draft Ranperda tersebut untuk diperbaiki bersama dengan Tenaga Ahli Bagian Hukum Kota Makassar.

“Mereka sudah dua kali melakukan rapat dengan tenaga ahli yang ada di Pemerintah Kota Makassar. Tapi yang kami sayangkan hari ini adalah ternyata dari tim penyusun naskah akademik maupun bagian hukum tidak memperlihatkan kepada pansus perubahan mana yang sudah mereka lakukan,” kata Shinta, Kamis 18 Oktober 2018.

Dalam penyusunan naskah akademik ini, kata Shinta, terkendala karena tim penyusun tidak tahu menahu tentang pembuatan Legal Drafting Ranperda Tersebut.

“Karena ini produk perda, produk hukum, jadi ada legal drafting yang harus diperbaiki. Tapi karena tim penyusun naskah akademik tidak terlalu mengerti dengan legal drafting jadi kami menyerahkan kepada tim hukum Kota Makassar,” tambahnya.

Oleh sebab itu, kata Shinta, Pansus memutuskan untuk memberikan waktu selama dua hari untuk melakukan perbaikan dan penyusunan kembali Legal Drafting Ranperda tersebut.

“Jadi saya memberikan waktu dua hari ini untuk mereka berdiskusi dan bekerja lebih intens lagi untuk menyusun legal drafting ini secara baik dan hari senin kita akan lihat hasilnya,” jelasnya. usai melakukan Rapat Pansus bersama Tim penyusun Naskah dan Bagian Hukum Kota Makassar. (**)