Banggar DPRD Sulsel Minta KONI Transparan dalam Pemberian Dana Pembinaan Cabor Atlet

Ketua Banggar DPRD Sulawesi Selatan, Fachruddin Rangga .

Ketua Banggar DPRD Sulawesi Selatan, Fachruddin Rangga .

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Anggaran DPRD Sulawesi Selatan meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan transparansi mengenai pemberian dana atlet dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. Karena selama ini KONI memberikan dana pembinaan sesuka hatinya.

“Kami minta transparansi KONI dalam pemberian dana pembinaan itu kepada atlet,”ujar Ketua Banggar DPRD Sulawesi Selatan, Fachruddin Rangga di DPRD Sulawesi Selatan, Senin 3 Desember 2018.

Makanya, kata dia perlu dicarikan formulasi baru agar hal ini tidak berlanjut terus menerus. Bukan sebaliknya membubarkan KONI. Sebab KONI merupakan induk dari cabang olahraga (Cabor).

“Jangan dibubarkan. Tapi cari formulasi baru,tutur politisi Partai Golkar ini.

Rangga melanjutkan, terkait dana KONI, Banggar belum tahu apakah anggaran itu masuk dalam dana hibah atau melalui Dispora. Yang mengetahui adalah komisi terkait.

Dalam hal ini Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sulsel. Tapi ia mengusulkan, kalau kembali diberikan dalam bentuk hibah harus ada berita acara yang di tanda tangani secara bersama antara KONI dan masing masing cabang olah raga yang didalamnya tertuang besaran dana pembinaan setiap cabang olah raga sehingga tidak ada lagi sesuka hati KONI memberikan dana pembinaan.

” Saya lupa berapa besarannya dalam APBD 2019. Tapi kalau di titip lewat Dispora tentu pengelolaannya berdasarkan tupoksi yang melekat pada dispora,”jelasnya.

Merespon hal ini, Ketua KONI Sulawesi Selatan, Elong Candra membantah bahwa KONI tidak transparan dalam memberikan dana pembinaan atlet di setiap cabang olahraga.

“Saya pikir kami sudah transparan. Kita umumkan segala macam. Tapi memang saya akui agak ketat dalam pemberian dana itu. Karena setiap cabang olahraga berbeda-beda porsinya. Tidak mungkin kami ratakan cabang olahraga yang berprestasi dan kurang berprestasi,”katanya ketika dihubungi Djournalist.com.

Termasuk kata dia, Porda Sulawesi Selatan yang baru-baru ini digelar di Kabupaten Pinrang. Pihaknya tengah membuat pertanggung jawaban anggarannya termasuk pemberian bonus bagi atlet berprestasi.

“Sudah ada pertanggung jawabannya. Kami juga sementara buat. Begitupun dengan Dispora Kabupaten dan di Sulsel mereka sudah buat. Dan kalau ada lebih anggarannya tentu kami akan kembalikan,”ucapnya.

Disinggung mengenai jumlah anggaran yang diusulkan di APBD 2019, ia mengaku tidak tahu menahu. Karena sampai saat ini belum diketahui apakah masuk dalam dana hibah atau melalui Dispora Sulsel. (**)