Nurdin Abdullah Tampil pada Gelar Wicara sebagai Tokoh Inovasi Pembangunan

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) bertindak selaku inspektur upacara pada Hari Bakti PUPR Ke-73 Tahun 2018 tingkat Sulawesi Selatan yang mengangkat tema "Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa" di Taman PAKUI Sayang, Jalan AP. Pettarani Makassar, Senin 3 Desember 2018.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) bertindak selaku inspektur upacara pada Hari Bakti PUPR Ke-73 Tahun 2018 tingkat Sulawesi Selatan yang mengangkat tema "Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa" di Taman PAKUI Sayang, Jalan AP. Pettarani Makassar, Senin 3 Desember 2018.

JAKARTA, DJOURNALIST.com  —  Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah yang baru saja meraih penghargaan sebagai Tokoh Inovasi Pembangunan beberapa waktu lalu (15/11) pada ajang Indonesia Awards 2018 diundang oleh media nasional iNews TV untuk menyampaikan apa saja yang telah dilakukan selama ini dalam program gelar wicara Speak After Lunch, Selasa 4 Desember 2018.

Dalam acara talk show yang dipandu oleh Assyifa Latief ini banyak menggali sosok Nurdin Abdullah, terutama saat menjadi Bupati Bantaeng selama dua periode dan rencana ke depan sebagai Gubernur Sulsel.

“10 tahun perjalanan saya di Bantaeng dari sebuah daerah tertinggal menjadi daerah berkembang, tentu tidak mudah, inj karena ada tim work dari pemerintah daerah ditambah lagi DPRD dan partisipasi masyarakat semua,” kata Nurdin Abdullah.

NA menyebutkan walaupun dirinya telah menjabat sebagai gubernur. Dengan tanggung jawab yang lebih besar dan lebih luas. Namun pembangunan di Bantaeng harus berkelanjutan.

“Pembangunan ini harus berkesinambungan. Tentu karena ini dibatasi waktu, pengganti harus melanjutkan. Saya optimis penganti saya lebih baik,” sebut NA.

NA diganjar sebagai tokoh inovatif pembangunan terutama memimpin dengan melakukan terobosan benih serta menghasilkan industri pengelolaan hasil pertanian.

“Memang para petani kita siapkan untuk meningkatkan kapasitas, selama lima tahun. Periode kedua saya mereka sudah mandiri. Sekarang Bantaeng menjadi sentra buah-buahan,” ujarnya.

NA juga menyampaikan terkait pembangunan infrastruktur untuk ruang publik seperti pantai Seruni dan juga program menekan angka kematian ibu melahirkan.

Dia juga menyampaikan bahwa pola memimpin dari tingkat kabupaten ke provinsi akan sama dengan mendorong birokrat lebih inovatif dan kreatif.

“Saya kira tidak ada yang berubah. Kita terus mendorong birokrasi lebih inovatif dan kreatif. Lebih kepada postur birokrasi yang melayani,” paparnya.

NA mencontohkan, saat ini telah dilakukan direct call pengiriman ekspor langsung dari Makassar ke negara tujuan. Dimana peranan birokrasi adalah mempermudah perizinan dan memberikan pelayanan yang lebih baik.

Pengapalan langsung dari Makassar New Port ini memangkas waktu pengiriman barang dan mengakumulasikan keuntungan di sentra produksi komoditas. Waktu pengiriman barang ke Eropa dari 35 hari menjadi kurang dari 14 hari dan biaya yang dapat dihemat.