Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare Deportasi 2 WNA Asal Ghana

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menggelar konferensi pers terkait penyalahgunaan izin tinggal 2 Warga Negara Asing asal Ghana.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menggelar konferensi pers terkait penyalahgunaan izin tinggal 2 Warga Negara Asing asal Ghana.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menggelar konferensi pers terkait penyalahgunaan izin tinggal 2 Warga Negara Asing asal Ghana.

Ephson Edward (26) dan Patrick Selorm Kwasi Agbeli (16) berhasil diamankan Kantor Imigrasi Parepare usai pertandingan antara Garuda FC vs Tunra FC pada ajang Bupati Cup Barru 2018.

Dari informasi yang sebelumnya diperoleh dari masyarakat terdapat 3 orang Warga Negara Asing yang ikut serta di salah satu club bola yang berlaga di ajang Bupati Cup Barru tahun 2018 yang rencananya akan bermain sepakbola di GOR Andi Majjaraeng, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

“ Setelah mendapat informasi terkait adanya Warga Negara Asing yang ikut serta dalam Ajang Bupati Cup Barru yang diduga kuat melakukan pelanggaran keimigrasian, sehingga petugas kami langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan, petugas kami turun dan langsung mengamati beberapa pertandingan dan dari hasil pengamatan ada 3 orang WNA yang bermain disalah satu club,” Jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Noer Putra Bahagia.

Setelah pertandingan usai petugas Imigrasi Kelas II TPI Parepare melakukan koordinasi dengan pihak manajer Garuda FC serta melakukan pemeriksanaan terhadap dokumen masing-masing WNA tersebut.

Dari hasil pemeriksaan tersebut ada 2 orang Warga Negara Ghana yang melakukan tindak pidana Keimigrasian sementara satunya merupakan Warga Negara Solomon yang merupakan pemegang KITAS dan hanya bermain untuk hiburan saja bukan untuk bermasin tetap dikejuaraan tersebut.

“Kedua WNA asal Ghana ini menyalahgunakan izin tinggal mereka menggunakan visa bebas kunjungan yang harusnya untuk berwisata namun digunakan untuk mencari nafkah,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan merupakan pemain bayaran yang berlaga pada ajang Bupati cup 2018.

Kedua WNA asal Ghana ini melakukan tindak pidana Keimigrasian, mengingat yang bersangkutan masuk ke Indonesia menggunakan BVK (Bebas Visa Kunjungan) sementara kedua WNA tersebut melakukan aktivitas lain sesuai dengan pasal 122 ayat I Undang Undang No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Setiap pertandingan WNA tersebut dibayar sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta juga dan dapat bonus bjika berhasil mencetak gol atau meraih kemenangan.

Rencananya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare akan melakukan Deportasi terhadap keduanya pada Sabtu (8/12) pekan ini. (**)