Dari Ekonomi Cemerlang Hingga Infrastruktur, Indah Putri Indriani Bawa Lutra Berlari Kencang

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, dinilai berhasil melaksanakan pembangunan sosial dan ekonomi di kabupaten yang ia pimpin bersama Wakil Bupati Muhammad Thahar Rum. Apresiasi ini tentu dapat dibuktikan dengan angka-angka statistik karena angka statistik tak bisa bohong, sebab angka-angka ini bergerak memberikan gambaran bahwa laju pertumbuhan ekonomi di Luwu Utara lebih tinggi dari Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Utara yang terangkum di dalam buku “Luwu Utara Dalam Angka Tahun 2018”, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara 7,60%. Angka ini lebih tinggi dari Provinsi Sulawesi Selatan (7,23%) dan nasional yang hanya 5%. Jika dibanding tahun sebelumnya (2016), pertumbuhan ekonomi Luwu Utara meningkat 0,11%, yang berarti ekonomi Luwu Utara tumbuh lebih cepat.

Hal ini tentu tidak terlepas dari nilai PDRB Luwu Utara menurut harga berlaku pada 2017 sebesar Rp 10.800.790,9. Di mana sektor Pertanian memegang peranan yang sangat dominan terhadap laju distribusi PDRB Luwu Utara, yakni 50,21%. Disusul sektor Konstruksi 11,98%, dan Jasa Pendidikan 5,76%. “Ekonomi kita tumbuh di angka 7,60%. Ini artinya bahwa kita sementara berlari kencang. Dengan gini rasio yang rendah menunjukkan bahwa di Luwu Utara terjadi pemerataan pendapatan,” tutur Bupati Indah Putri Indriani.

Data ini juga menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara semakin berkualitas. Laju pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat, diperkuat dengan gini rasio yang rendah, menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan, ditinjau dari aspek pemerataan, sudah sangat baik. Hal ini pula yang menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Luwu Utara dilakukan secara inklusif dan partisipatif. Artinya, semua pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat itu sendiri.

Jika diamati lebih jauh, sektor konstruksi yang menempati posisi kedua penyumbang terbesar PDRB Luwu Utara, juga mempunyai peranan penting dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi. Kontribusi sektor konstruksi di PDRB Luwu Utara cukup tinggi, 11,98%. Bicara konstruksi tentu tidak lepas dari pembangunan insfrastruktur yang secara nyata mampu menggerakkan ekonomi riil masyarakat. Infrastruktur, salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang juga berdampak pada pemerataan pembangunan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas PUPR Luwu Utara, sepanjang 2017, total pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2024,19 km, dengan rincian jalan aspal (393,53 km), jalan beton (56,72 km), jalan kerikil (1.088,71 km), dan jalan tanah (485,23 km). Untuk pembangunan jembatan di 2017, total jembatan sepanjang 5.306 meter dengan jumlah 363 unit. Sementara infrastruktur pengairan, telah terbangun saluran primer 32,537 meter Lining dan 55,188 meter tanah. Untuk saluran sekunder, 26,136 meter Lining dan 40,022 meter tanah.

Dengan kondisi ekonomi yang melaju pesat, maka tidak heran berbagai penghargaan berhasil didapatkan. Sepanjang 2018, ada 34 penghargaan berhasil diterima Luwu Utara, baik skala regional maupun nasional. Penghargaan nasional yang diraih di antaranya: Kabupaten Terbaik dan Terinovatif Kategori GERMAS, IndoHCF Innovation Awards, Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, Distribusi Guru Proporsional, Kabupaten Layak Anak, Top 40 Inovasi Pelayanan Publik, serta Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya. Sejak kepemimpinan Indah – Thahar hingga saat ini, sudah ada 77 penghargaan yang berhasil diterima Luwu Utara. (**)