Hadiri Peresmian Pabrik Smelter, Farouk M Beta Sebut Bantaeng Contoh Menarik Investor

BANTAENG, DJOURNALIST.com – PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia, Kabupaten Bantaeng diresmikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah yang didampingi Ketua DPRD Sulsel H. M Roem, Bupati Bantaeng Ilhamsyah Azikin, dan sejumlah pejabat lainnya, Sabtu 26 Januari 2018.

Pabrik smelter yang terletak di Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng ini, peresmian dalam pelepsab ekspor nikel ke china juga disaksikan secara langsung, Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kepala Bagian Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi Bagian Selatan. 
Hadir juga, Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo, Ketua DPRD Kota Makassar, Bupati Bulukumba, Wakil Bupati Bantaeng. 

Ketua DPRD Makassar, Farouk M Beta yang turut hadir dalam acara itu, sangat mengapresiasi pemerintah Kabupatem Bantaeng dan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sebagai inisiator hadirnya pabrik nekel di kota Butta Toa itu.

Menurut Farouk M Beta, adanya pabrik smelter ini menjadi contoh bagi daerah lain, bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada investor.

“Tadi pihak PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia mengatakan bahwa Bantaeng dilirik menjadi tempat investasi karena adanya jaminan kemudahan dari pemerintah daerah dalam memberikan Izin dan melakukan pengawalan, saat itu Pak Nurdin sebagai Bupati Bantaeng. Saya kira ini harus menjadi contoh bagi daerah lain memudahkan pihak investor dalam pemberian izin,” kata Aru, sapaan politisi Golkar itu.

Pabrik yang dikelola oleh, PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia dibangun dengan perencanaan dua tahap. Untuk tahap awal dari pengelohan dan pemurnian nikel senilai US 60.000.000, sementara untuk tahap kedua direncanakan senilai US 240.000.000.

Pabrik yang dibangun sejak tahun 2014 ini, dalam mengelolah dan memurnikan nikel menggunakan sistem Electric Furnance System, terdiri dua jalur produksi dengan kapasitas 50.000 metric ton ferro nikel pertahun.

Tahap awal pabrik ini, telah menyerap sebanyak 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja di PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia akan bertambah setelah pembangunan pabrik tahap dua rampung.
(**)