Darmawangsyah Muin Sebut Penyebab Banjir di Gowa Akibat Pembalakan Hutan

Ketua Komisi D bidang pembangunan DPRD Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin

Ketua Komisi D bidang pembangunan DPRD Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Balai besar wilayah sungai Pompengan Jeneberang dan Walhi Sulsel terkait bencana banjir yang melanda sejumlah Kabupaten/Kota di Sulsel beberapa waktu lalu.

Ketua komisi Bidang Pembangunan DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin menjelaskan banjir terjadi karena meningkatnya debit air dari biasanya yakni 88 meter kubik per detik menjadi 300 meter kubik per detik pada 21-22 Januari lalu.

“Kita menginginkan balai Pompengan sungai Jeneberang ini khusus memikirkan untuk di Gowa banjir terjadi di sekitaran Sungguminasa dan Palangga yang cukup parah dan tentu kita sudah sampaikan bahwa seandainya tidak terjadi pembobolan tanggul di Sungguminasa mungkin saja tidak terjadi luapan air yang masuk ke pemukiman di Palangga,” ujar Darmawangsyah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 4 Februari 2019.

Politisi Gerindra Sulsel ini mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Gowa yakni catchment area di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah sangat kritis akibat pembalakan liar.

“Kita pastikan sudah sangat kritis dan dari hasil rapat kita itu bukan persoalan apa tetapi memang persoalan pembalakan liar yang luar biasa,” tuturnya.

Lanjit dia, pembalakan hutan yang dijadikan Holting Kultura itu sudah diatas angka 40 persen area disana. Sedangkan wilayah hutan sisa 16 Persen.

“Ini sangat berbahaya sebenarnya belum lagi persawahan di sana,” tegasnya.