DPRD Sulsel akan Libatkan Kepolisian untuk Selidiki Penyebab Banjir di Jeneponto

Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos.

Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Legislator PAN DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos menyebut, penyebab banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jeneponto pada hari Selasa tanggal 22 Januari 2019 lalu diduga disebabkan karena human error sehingga tembok Bendungan Karelloe tumbang.  Hal itu diungkapkan Karlos pada rapat dengar pendapat di Komisi D Bidang Pembangunan di DPRD Sulsel, bersama Balai Pompengan Jeneberang, Senin 4 Februari 2019.

“Saya akan bentuk pansus untuk menyelidiki kasus ini. Bisa pula kami libatkan kepolisian. Karena diduga ada unsur pidana sebab banjir itu akibat human error sehingga Bendungan Karelloe tumbang,”ujar Karlos.

Menurutnya, bendungan yang masih dalam proses pengerjaan itu, diduga tidak mampu
menahan air dari Sungai Jeneberang Gowa, sehingga tembok setinggi 16 meter tersebut ambruk, sehingga air bah tumpah yang mengakibatkan banjir bandang dan merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum.

“Air bah itu mengalir sejauh kurang lebih 30 meter. Saking kencangnya itu air. Jangankan pagar rumah, tembok stadion pun roboh. Padahal tembok stadion itu punya tiang-tiang kuat,” tuturnya.

Ia mengaku, memiliki data-data dan bukti berupa foto sebelum dan sesudah roboh bendungan. “Saya yakin sekali yang menyebabkan banyaknya korban jiwa, itu karena robohnya itu bendungan. Ini bukan banjir biasa, tapi ini disebabkan dorongan air besar sehingga banyak rumah hancur.

Secara logika Tidak mungkin air pelan-pelan Datang kemudian merobohkan banyak bangunan. Jembatan saja yang kira-kira beratnya 100 ton, berapa kira-kira kekuatan air yang bisa membawa jembatang itu sejauh 70 meter dari tempatnya.” pungkas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.