Nelayan Keluhkan Munculnya “Ikan Pembawa Sial” di Danau Sidenreng

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Masyarakat nelayan danau Sidenreng, sejak beberapa bulan terakhir, mengeluhkan munculnya “Ikan Pembawa Sial” yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Bale Tokke”.

Bale Tokke alias ikan sapu-sapu (Hypostamus plecostomus) dinilai mayoritas nelayan sebagai hama yang secara otomatis akan merusak mata pencahariannya sehari-hari dalam menghidupi keluarganya.

Hal tersebut disampaikan Rian (27), salah seorang nelayan asal Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Senin (8/4/2019).

Menurutnya, setiap melakukan aktivitas mencari ikan, bukannya dia mendapat ikan yang diharapkan, melainkan mendapat Bale Tokke, dan jaring yang digunakanpun dirusak
ikan tersebut, sehingga diapun menganggap sebagai ikan pembawa sial.

“Bale Tokke yang terjaring, pasti alat yang kami gunakan robek akibat kuatnya ikan yang bermula serem itu, sehingga setiap turun mencari ikan, pasti merugi,”jelas Rian yang diamini sejumlah nelayan lainnya yang sering beraktivitas di Walatedongnge.

Ia mengatakan, kalau hal ini terus dibiarkan, populasi bale Tokke akan terus berkembang dan merusak populasi ikan lainnya yang menjadi sumber penghasilan para nelayan.

Diapun berharap, Pemerintah Kabupaten Sidrap, khususnya Dinas Pertanian dan Perikanan untuk segera turun tangan mencarikan solusi, agar populasi ikan pembawa sial itu dapat dimusnahkan guna membantu masyarakat nelayan. (**)