Ratusan Perusuh di Kantor KPU Sidrap Berhasil Dilumpuhkan

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Ratusan kelompok masyarakat di Sidrap menilai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidrap sebagai penyelenggara Pemilu dinilai gagal menjalankan tugas, sehingga mereka melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir dengan rusuh.

Aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh itu, berhasil dilumpuhkan setelah ratusan pihak pengamanan dilibatkan dalam menangani masalah tersebut. Namun aksi tersebut hanya bentuk simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilakukan pihak Polres Sidrap yang didukung personil TNI dari satuan Kodim 1420 Sidrap.

Simulasi Sispamkota tersebut dipimpin langsung Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono bersama Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf J.P Situmorang yang didukung ratusan personil gabungan lainnya.

Kapolres Sidrap, Budi Wahyono yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, Simulasi Sispamkota itu dilaksanakan untuk mengantisipasi kerawanan yang dapat saja terjadi diberbagai wilayah didaerah ini.

Menurutnya, Sispamkota ini tidak hanya berfokus pada kantor KPU dan Bawaslu Sidrap, melainkan sejumlah objek vital lainnya yang ada didaerah ini dengan menempatkan sejumlah personel gabungan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dijelaskan pula, pihaknya juga melakukan patroli menggunakan kendaraan roda dua dan empat yang melibatkan ratusan personil gabungan TNI, Polri, Dishub dan Damkar yang diarahkan melakukan patroli diwilayah kota hingga pelosok sebagai bentuk show of force dalam menjaga Kantibmas jelang, saat maupun pasca pencoblosan.

“Skema pelaksanaan patroli tetap memprioritaskan tempat keramaian dan daerah rawan lainnya guna menciptakan suasana aman dan kondusif terhadap gangguan Kantibmas di daerah ini,”ujar Kapolres Budi.

Sementara itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf J.P Situmorang mengatakan, latihan Sispamkota ini berlangsung lancar dan sukses yang melibatkan ratusan personil gabungan personel Polres dan Kodim Sidrap.

“Khusus personel Kodim, saya tekankan agar tetap menjaga netralitas, jangan hanya sebagai slogan, akan tetapi harus benar-benar netral, khususnya pada pemungutan suara. Saya juga tekankan kepada semua personel untuk mengetahui posisi pada saat Pemilu,”tegas Dandim Situmorang. (**)