Komisi A Nilai Pencopotan Luthfi Natsir Tidak Manusiawi

Anggota DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga.

Anggota DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan menilai pencopotan Luthfi Natsir dari jabatannya sebagai Kepala Inspektorat Sulsel tidak manusiawi. Pasalnya Ia disebut sebagai pengkhianat.

“Secara institusi kami di komisi A tentu tidak membiarkan keadaan seperti ini terus berlangsung karena ini pejabat yang kedua dicopot dengan cara cara tidak manusiawi.
Sebagai orang yang beragama memahami Tuhan saja memberi kesempatan hamba-nya untuk bertaubat,”ujar Anggota Komisi A DPRD Sulawesi Selatan, Fachruddin Rangga, Rabu 12 Juni 2019.

Terlebih pencopotan terjadi dihari pertama kerja pascalibur lebaran para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Rangga, ini menunjukkan gubernur sebagai kepala pemerintahan daereh sekaligus pembina ASN tidak mampu memposisikan diri sebagaimana jabatan yang melekat.

“Kata- kata penghianat tidak pantas dan cederung brutal disampaikan dalam pidato resmi dan wawancara, karena pandangan kami di komisi A yang membidangi pemerintahan bahwa setiap kesalahan sekalipun itu besar pelanggarannya tentu perlu dilakukan pembinaan secara berjenjang sebagaimana diatur Undang-Undang kepegawaian bukan dipermalukan dengan cara cara tidak menjaga etika, harga diri dan hak hak pribadi orang lain,”tutur politisi dari Partai Golkar ini.

“Kami pun ingin mempertanyakan dan menganggap aneh seorang gubernur menyampaikan dalam pidato “ada penghianat yang membocorkan strategi dan rahasia perang ke lawan” pertanyaannya rahasia strategi apa yang dimaksud dibocorkan karena penyelenggaraan pemerintahan itu perlu diketahui publik dan gubernur berperang dengan siapa musuhnya,”dia menambahkan