Kursi Anjlok di DPRD Makassar, Hanura Lobi Partai Berkarya dan Perindo

Ilustrasi DPRD Makassar

Ilustrasi DPRD Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pemilu 2019 menjadi momok buruk bagi Partai Hanura. Pasalnya, perebutan kursi di DPRD Kota Makassar hanya memperoleh 3 kursi dari 5 kursi sebelumnya pada Pileg 2014 lalu.

Hal inilah kemudian yang mengharuskan Partai Hanura di DPRD Makassar untuk bekerja keras melakukan lobi politik agar dapat bersaing mendapatkan posisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Salah satunya ke Partai Berkarya yang pada Pileg 2019 ini memperoleh 1 kursi.

Ketua DPC Hanura Makasar Muh Yunus mengatakan, pihaknya tak menampik jika partainya tengah membangun komunikasi politik ke Partai Berkarya untuk melengkapi satu fraksi di DPRD Makassar.

“Kalau Partai Berkarya sudah tidak ada masalah dan sudah menyatakan untuk bergabung dengan Partai Hanura untuk melengkapi satu fraksi di DPRD Makassar,” kata Muh Yunus, Jumat  14 Juni 2019.

Tak hanya Partai Berkarya, menurut Ketua Komisi C ini, pihaknya juga tengah membangun komunikasi politik dengan Partai Perindo yang memperoleh 2 kursi dan Partai PKB yang memperoleh 1 kursi.

“Kalau tiga Partai ini bergabung kita ada 7 kursi dalam 1 fraksi. Mungkin kita akan beri nama Fraksi Nurani Bersatu,” jelasnya.

Yunus memastikan, partainya tidak akan bergabung ke partai lain tetapi berdiri sendiri membentuk fraksi gabungan di DPRD Makassar.

“Partai Berkarya saja yang bergabung kita sudah cukup 1 fraksi, apalagi kalau ada Partai Perindo dan PKB. Keuntungannya kalau mereka bergabung bisa menduduki jabatan di fraksi dan di Alat Kelengkapan Dewan,” jelasnya.