YMI Parepare Terima Penggalangan Dana Dari Group TSA Sulsel untuk Bayi Hariani

Perkumpulan group Whatsapp Tudang Sipulung Amanagappa (TSA) menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang tunai puluhan belasan juta rupiah yang diserahkan kepada Yayasan Manusia Indonesia (YMI) sebagai inisiator pengumpul donasi untuk bayi Hariani

Perkumpulan group Whatsapp Tudang Sipulung Amanagappa (TSA) menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang tunai puluhan belasan juta rupiah yang diserahkan kepada Yayasan Manusia Indonesia (YMI) sebagai inisiator pengumpul donasi untuk bayi Hariani

PAREPARE, DJOURNALIST.com – Kepedulian dan keprihatinan atas derita yang dialami Hariani, bayi penderita jantung bocor di kampung Baru, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang terus mengalir.

Kali ini, perkumpulan group Whatsapp Tudang Sipulung Amanagappa (TSA) yang di dalamnya adalah jaksa-jaksa berasal dari daerah Bugis-Makassar yang tersebar di Kejaksaan seluruh Indonesia, menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang tunai puluhan belasan juta rupiah yang diserahkan kepada Yayasan Manusia Indonesia (YMI) sebagai inisiator pengumpul donasi untuk bayi Hariani.

“Kebetulan kabar terkait bayi Hariani ramai dibicarakan dan dibahas di grup, makanya kami berinisiatif  membantu meringankan beban bayi Hariani,” urai Reskiana Ramayanti, anggota Grup WA yang merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Sabtu (29/6/2019).

Saat ini, kondisi terakhir bayi malang tersebut sangat memperihatinkan. Mulut dipasangi selang untuk menyuplai makanan ke tubuh mungilnya, dan harus rutin kontrol.

Bayi Hariani didampingi ayahnya Abdul Malik dan ibunya, Erma. Keduanya mengaku tidak mampu membiayai untuk operasi anaknya, dan selama ini ia hanya mengandalkan BPJS untuk pengobatan anaknya. Namun karena keterangan dokter, kondisi jantung bayi Hariani ini sudah parah, maka harus secepatnya menjalani operasi.

“Jika kami menggunakan BPJS maka kami harus mengantre lama, sementara anak saya kata dokter harus secepatnya menjalani operasi. Namun jika kami mendaftar sebagai pasien umum, maka biayanya mencapai Rp200 juta lebih, itulah yang membuat saya kebingugan kemana harus mencari uang sebanyak itu dalam waktu yang sigkat,” jelasnya.

Kedua orang tua bayi Hariani sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh sawah, yang penghasilannya tidak menentu. Kini mereka sangat butuh uluran tangan dermawan untuk membiayai operasi anaknya.

Sementara, Ketua Yayasan Manusia Indonesia (YMI) Kota Parepare, Muh Takbir mengungkapkan terima kasih, kepada para donatur yang telah terketuk hatinya untuk membantu Bayi Hariani maupun korban bencana lainnya.

“Terima Kasih para donatur yang telah menyalurkan bantuan mengirimkan donasinya, kami masih terus membuka donasi untuk bayi Hariani siapapun yang bersedia mengulurkan tangan untuk biaya operasinya,”papar Ketua Yayasan Manusia Indonesia (YMI) Parepare, Muh Takbir.

Takbir menambahkan, jika masih ada yang ingin membantu saudara-saudara yang terkena musibah maupun bencana, bisa disalurkan langsung atau mengirim ke Rekening yang sudah tersedia.

“Untuk informasi lengkap mengenai YMI, bisa juga mengunjungi website www.yayasanmanusiaindonesia.com atau ke instagram @Yayasanmanusiaindonesia atau ke Alamat, Jl. Petta Ungga RT 03 RW 03, Kelurahan , K,”tambah Muh Takbir

Sekedar diketahui, untuk Anda yang ingin berpartisipasi meringankan beban biaya operasi bayi Hariani maupun ingin menyalurkan bantuan berikutnya kepada korban bencana lainnya, bisa melalui rekening atas nama Yayasan Manusia Indonesia di Bank BRI dengan nomor rekening: 5017-01-014361-53-9.

Tekhusus kepada Bayi Hariani menderita jantung bocor, jika ingin mengirimkan bantuan, dapat menggunakan kode unik donasi 11 di dua angka terakhir nilai transfer, atau bisa menghubungi nomor Whatsapp 0821-1122-2039 untuk informasi lebih lengkap.
(***)