Soal Hak Angket DPRD Sulsel, Gubernur Nurdin Abdullah Bantah Mahar Pilgub Rp 10 Miliar

Gubernur Nurdin Abdullah.

Gubernur Nurdin Abdullah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah membantah tudingan mantan Kabiro Pembangunan Sulawesi Selatan, Jumras yang menyebut bawa dia menerima uang Rp 10 miliar dari pengusaha untuk keperluan Pilkada.

“Yang disebut itu bukan dukung saya. Masuk akal anggak,”ujar Nurdin Abdullah seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sulawesi Selatan, Kamis 11 Juli 2019.

Ia mengungkapkan, selama memimpin Kabupaten Bantaeng selama dua periode, dia tidak pernah dibantu oleh pengusaha. Di Pilgub kemarin juga dia bukan unggulan untuk menang namun dirinya berhasil merebut kursi gubernur

“Yang kedua, Saya dari periode pertama jadi Bupati sampai periode kedua nggak ada kontraktor rekanan yang bantu saya nggak ada apalagi orang yang dikasih dibantu
itu orang yang tidak berpeluang menang, kalau saya kan kemarin siapa yang percaya bisa menang,”katanya.

Terkait komentar bawahannya itu dalam sidang panitia hak angket yang digelar oleh DPRD Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah masih menunggu waktu yang tepat.

“Tunggu-tunggu saja,”tutur Nurdin Abdullah sambil berlalu.

Mantan Kepala Biro Pembangunan Sulawesi Selatan, Jumras memberikan keterangan ihwal pencopotan dirinya yang dilakukan oleh Gubernur Nurdin Abdullah (NA) beberapa waktu lalu.

“Pada saat itu hari minggu, saya dipanggil ke Rujab. Begitu saya diterima, pak gubernur langsung mengatakah bahwa anda saya copot, beliau langsung memberikan SK pencopotan saya,” ujar Jumras dalam sidang pemeriksaan panitia hak angket DPRD Sulawesi Selatan, Selasa 9 Juli 2019.

Ia pun sempat bertanya alasan pencopotan itu. Tapi NA mengatakan kepada dia bahwa dia dicopot karena diduga menerima fee dari dua pengusaha bernama, Agung Sucipto alias Anggu dan Ferry Tandiari.

“Tapi saya katakan itu fitnah,”katanya.

Kemudian, sebelum dia meninggalkan tujuan tersebut, ia mengaku bahwa Angu itu pernah membantu NA pada Pilgub lalu.

“Sebelum saya meninggalkan rumah jabatan, saya sempat menyampaikan ke pak gub, bahwa Angu itu menunjuk bapak (gubernur) bahwa pada Pilkada bapak dibantu Rp 10 miliar, Angu ngomong ke saya, dan pada waktu itu dihadiri oleh kakak Wakil Gubernur, Sumardi (kepala Bapenda Sulsel),”jelas Jumras.