Wapres Jusuf Kalla Gelar Silaturahmi dengan Pimpinan Parpol dan Legislator DPRD Sulsel

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Karebosi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersilaturahmi ke kediaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), di Jalan Haji Bau Makassar bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman serta pimpinan parpol dan legislator DPRD Sulsel, Ahad malam 11 Agustus 2019.

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Karebosi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersilaturahmi ke kediaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), di Jalan Haji Bau Makassar bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman serta pimpinan parpol dan legislator DPRD Sulsel, Ahad malam 11 Agustus 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Setelah melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Karebosi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersilaturahmi ke kediaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), di Jalan Haji Bau Makassar, Ahad malam 11 Agustus 2019.

Hadir pula Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan partai politik diantaranya Nurdin Halid (Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Ni’matullah (Ketua Demokrat Sulawesi Selatan), dan Muh.Aras (Ketua PPP Sulawesi Selatan). Kemudian pimpinan DPRD Sulawesi Selatan yaitu Mohammad Roem dan Yusran Sofyan. Serta sejumlah anggota DPRD Sulawesi Selatan.

Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid mengatakan, dalam silaturahmi tadi JK lebih banyak bernostalgia dan memberikan pencerahan mengenai tantangan ekonomi kedepan. Karena JK menilai daerah ini perlu melakukan terobosan baru.

Ketika ditanya mengenai hak angket dalam pertemuan itu, Nurdin Halid mengungkapkan, JK tak ingin terlibat secara teknis. Tapi diselesaikan menurut peraturan perundang-undangan.

“Soal hak angket saran pak JK bagus. Beliau seorang negarawan yang sangat bijaksana. Kalau ada masalah diselesaikan menurut perundang-undangan,”ujar Nurdin Halid.

Senada, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni’matullah mengungkapkan, JK tak ingin mencampuri hal-hal teknis menyangkut hak angket tersebut. JK menyarankan setiap persoalan harus diselesaikan dengan baik-baik. Karena DPR diciptakan untuk melakukan pengawasan.

“Inti pertemuan dengan pak JK, ibarat anak atau adik yang sedang ribut. Perlu ditengahi untuk cari jalan keluarnya. Tapi pak JK tidak mau terlalu mencampuri. Dia hanya sekedar mengingatkan saja kalau tantangan kedepannya bebannya lebih berat. Jangan melanggar aturan, jaga etika jaga kebersamaan harus ada komunikasi yang intensif untuk selesaikan secara baik,”kata Ketua Demokrat Sulawesi Selatan ini.

Adapun Gubernur Nurdin Abdullah menuturkan, pertemuan ini hanyalah silaturahmi. Apalagi sebentar lagi masa jabatan JK sebagai Wapres segera berakhir

“Pak JK dikenal sebagai tokoh dari timur. Yang lebih fokus pada sosial apalagi beliau Ketua PNI dan juga Ketua Dewan Masjid,”ucapnya.

Sehingga dia pun memberikan spirit kepada semua pihak. Baik eksekutif dan legislatif untuk tetap solid dalam membangun daerah ini.” Itu pesan beliau (Pak JK). Tapi mengenai hak angket pak JK tak ingin ikut campur. Hanya menyarankan supaya apapun keputusannya supaya kita saling menghargai,”jelasnya.