Andre Prasetyo Tanta Sebut Data Penerima Sembako Butuh Data yang Akurat

Politisi NasDem yang juga anggota DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta alias APT melakukan kunjugan kerja di Kecmaatan Tamalate. Kunjungan itu untuk mengecek penanganan pandemik Covid-19.

Politisi NasDem yang juga anggota DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta alias APT melakukan kunjugan kerja di Kecmaatan Tamalate. Kunjungan itu untuk mengecek penanganan pandemik Covid-19.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Politisi NasDem yang juga anggota DPRD Sulawesi Selatan Andre Prasetyo Tanta alias APT mengaku miris melihat bantuan sembako yang terdampak Covid-19 untuk masyarakat sebab tidak merata.

“Saat sekarang bukan cuma program keluarga harapan (PKH) yang membutuhkan bantuan dari pemerintah tetapi rata-rata hampir semua masyarakat membutuhkan bantuan,”ujar APT melalui pesan WhatsApp, Sabtu 25 April 2020.

Karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara RT, lurah camat, dan Pemerintah Kota Makassar untuk mengumpulkan data. Sebab saat ini kondisi ekonomi stagnan dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Sebaiknya pemerintah lebih peka terhadap pembagian bantuan bilamana memungkinan bisa diberikan kuota berapa banyak bantuan yang akan diberikan sehingga RT/RW dan lurah turun bersama dengan dinsos untuk melakukan pendataan berapa banyak masyarakat yang membutuhkan,”katanya.

Menurut APT, saat ini sudah banyak bantuan yang turun dari pemerintah, lembaga, perusahaan ataupun pribadi ke masyarakat tapi yang dibutuhkan pengelolaan data yang tepat.

“Seharusnya bisa terdata bahwa masyarakat mana yang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, berbeda dengan bantuan dari lembaga sehingga seluruh masyarakat bisa tersentuh,”ucapnya.

“RT/RW adalah tombak utama dari pembagian ini sehingga perlunya kontrol dan kerjasama yang baik antra RT/RW dan lurah, kalau perlu melibatkan unsur TNI/polri dalam pembagian ini
,”dia menambahkan.