Dewan Makassar Minta Lurah Proaktif Libatkan RT-RW Data Warga Terdampak Covid-19

Pansus DPRD Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Tim Pembuat Naska Akademik kembali melakukan pertemuan, yang dipimpin oleh Ketua Pansus, Hamzah Hamid, di Ruang Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Senin 9 April 2018.

Pansus DPRD Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Tim Pembuat Naska Akademik kembali melakukan pertemuan, yang dipimpin oleh Ketua Pansus, Hamzah Hamid, di Ruang Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Senin 9 April 2018.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Anggota DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid meminta para lurah untuk melibatkan RT-RW melakukan pendataan warga terdampak Covid 19. Khususnya warga pendatang atau mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung akibat kebijakan PSBB.

“Sekarang ini banyak mahasiswa ataupun warga pendatang yang ngontrak sudah mulai resah karena mereka tidak bisa beraktifitas, bahkan ada mahasiswa yang terpaksa jual perabot pakainnya untuk memenuhi kebutuhan makannya. Mereka tidak punya pilihan, karena di kampung pun juga susah, jadi mereka mau tidak mau harus stay di Makassar,” kata Hamzah Hamid, Selasa, 28 April 2020.

Ketua Fraksi PAN merasa khawatir jika hal ini tidak cepat diatasi oleh pemerintah kota akan menjadi bola liar yang akan menimbulkan masalah baru. Untuk itu, pihaknya mendorong agar lurah lebih proaktif lagi turun kelapangan melihat kondisi warga diwilayahnya masing-masing. “Libatkan RT-RW karena mereka yang lebih tahu warganya utamanya mahasiswa dan warga pendatang,”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Dinas Sosial siap menyalurkan bantuan paket Sembako warga terdampak covid termasuk mahasiswa ataupun warga pendatang tetapi harus melalui proses pendataan terlebih dahulu.

“Saya kira ini tugas para lurah melibatkan RT-RW mendata semua warganya diluar penerima PKH, Rastra dan PNS. Setelah itu diteruskan ke Dinas Sosial untuk di validasi. Intinya Dinsos siap menyalurkan bantuan paket Sembako sesuai data yang dilaporkan,”jelasnya.