Pj Wali Kota Makassar Sebut Masjid di Lorong Bisa Gelar Tarawih sedangkan Masjid Pinggir Jalan Jaga Ketat

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Kesepakatan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar yang akan memberi sanksi bagi pengurus rumah ibadah yang mengabaikan aturan PSBB di anulir oleh Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

Pembatasan yang dimaksudkan sebelumnya adalah termasuk kegiatan masjid di Kota Makassar yang masih menggelar salat tarawih berjamaah. Namun rupanya aturan yang dimaksudkan tersebut hanyalah masjid-masjid yang berada di pinggir jalan.

Sementara untuk masjid-masjid yang berada di dalam lorong kata Iqbal itu tidak menjadi soal. Mengingat jika ada warga jamaah yang terinveksi Covid-19 bisa langsung dilakukan tracking, dengan siapa-siapa saja korban berinteraksi.

“Sebenarnya ketika dia melakukan sesuai protokol tidak ada persoalan. Tetapi mesjid yang di pinggir jalan, yang orang lewat, orang tinggal. Yah itu memang kita sangat jaga ketat, karna kalau ada jamaahnya kena, kita tidak tau dari mana asalnya,” kata Iqbal kepada wartawan Kamis 30 April 2020.

“Masjid yang di kompleks yang jamaahnya itu saja, bisa di traking kalau ada masalah. Jadi jangan persoalkan masjid yang dalam kompleks, karna jamaahnya itu-itu juga. Tidak ada masalah,” sambungnya.

Iqbal pun menyampaikan jika saat ini dari hitungan Gugus Tugas Covid-19 Makassar, tercatat ada 14 masjid dari 1400 masjid yang telah memberhentikan aktifitas kegiatannya untuk sementara waktu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan usai mengikuti rapat evaluasi PSBB di Posko Covid-19 Kota Makassar, Ahad 26 April lalu menegaskan akan melakukan upaya hukum terhadap pengurus tempat ibadah yang masih bersikeras menggelar kegiatan di rumah ibadah masing-masing.

“Dalam Undang-Undang Karantina hingga Perwali tentang PSBB sangat jelas aturannya terkait penghentian kegiatan keagamaan, baik itu di masjid, gereja, pura, vihara, klenteng. Terkait pelaksanaan tarawih, mengingat ini bulan Ramadan, kita akan tegas memberikan surat teguran kepada pengurus masjid yang masih menggelar aktivtas di masjid, baik tarawih dan lainnya. Di dalam surat teguran sudah kita cantumkan jenis sanksi jika masih dilakukan kegiatan,”jelasnya.