Ismail Hajiali Isyaratkan PSBB Makassar Bakal Diperpanjang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Juru bicara Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali mengatakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Nesar (PSBB) di Kota Makassar kemungkinan bakal diperpanjang lantaran dinilai belum bisa menghentikan penyebaran wabah Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Makassar itu saat berbicara dalam video conference bersama awak media yang digelar Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Selasa malam 5 Mei 2020.

“Kemungkinan bakal diperpanjang, karena melihat kondisi angka positif terus meningkat. Sisa dua hari lagi akan berakhir,” ujar Ismail.

Status PSBB yang sedang diterapkan dan akan berakhir pada 7 Mei 2020 sesuai peraturan Menkes RI, dinilai masih belum bisa menghentikan laju penyeberan virus Corona di Makassar.

Bahkan, Ismail merasa pesimis jika status PSBB tidak dilanjutkan untuk jilid dua. Karena menurutnya, pergerakan masyarakat masih meningkat saat masih pemberlakuan PSBB, apalagi kalau tidak diterapkan aturan tersebut.

“Kalau sekiranya jilid dua tidak dilanjutkan, namun kalau melihat indikator bagaimana sebuah kota/kabupaten atau provinsi dalam pemberlakukan PSBB itu saya masih pesimis tidak berhenti pada jilid satu saja, kalau melihat pada indikator peraturan kementerian kesehatan,” ungkapnya.

Sebagai catatan, saat ini PSBB di Makassar sudah berlangsung 12 hari, dimulai pada 24 April dan di jadwalkan berakhir pada 7 Mei 2020.

Selama hampir dua pekan masa PSBB, warga Makassar dibatasi pergerakannya dan hanya boleh keluar rumah untuk keperluan penting.

“Secara umum Makassar ini salah satu kota episentrum diantara kota yang ada di Indonesia. Andaikan kita serentak Makassar, Gowa dan Maros melakukan PSBB pasti kita bisa melihat pergerakan orang bisa menurun,”jelas Ismail. (***)