Pj Wali Kota Makassar Isyaratkan Salat Idul Fitri Boleh di Masjid

Beberapa jam pasca dilantik sebagai penjabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf langsung mengadakan silaturahmi bersama forum.komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) di posko covid 19 di Jl Nikel Raya, Makassar, Rabu 13 Mei 2020 malam..

Beberapa jam pasca dilantik sebagai penjabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf langsung mengadakan silaturahmi bersama forum.komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) di posko covid 19 di Jl Nikel Raya, Makassar, Rabu 13 Mei 2020 malam..

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Pemerintah Kota Makassar mengisyaratkan pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijiriah yang jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020 bisa di masjid terdekat, meski saat ini ditengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Bisa semua di masjid dan di masjid masing masing. Kenapa bukan dilapangan? dikhawatirkan datang dari berbagai orang, nah ini yang kita tidak ingin kan ada ‘cross contact’,” ucap Pejabat Wali Kota Makassar Yusran Yusuf di Posko Induk COVID-19 Kota Makassar, Senin 18 Mei 2020.

Menurut dia, salat Idul Fitri tahun ini akan tetap dilaksanakan, asalkan syaratnya wajib menjalankan protokol kesehatan yakni jaga jarak, mengenakan masker dan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk masjid.

“Salat ID juga seperti itu. Kita mungkin akan putuskan sebentar, tapi intinya kita akan lakukan protokol kesehatan. Dan satu hari sebelumnya kita melakukan sosialisasi SOP-nya. Masing-masing masjid harus ada pemeriksaan suhu tubuh,” kata Yusran.

Ia menjelaskan, yang dimaksud masjid masing-masing adalah masjid yang berada di pemukiman warga termasuk wilayah kompleks atau perumahan yang warganya sudah mengenal satu sama lain.

“Masjid masing-masing relatif orang sudah saling kenal, dan kita sudah pantau ternyata masjid kompleks itu sudah menerapkan (protokol kesehatan), mereka menjamin dan bertanggung jawab disitu,” papar dia.

Pelaksanaan salat ID di masjid tersebut, termasuk bisa digunakan di pekarangan masjid pemukiman setempat, namun sebelum salat, seluruh jamaah harusnl dites suhu tubuhnya.

“Di masjid dan pekarangannya bisa digunakan, dan kita berharap penanganan kesehatan bisa maksimalkan, kita berdoa semoga segera diangkat ini virus,” ujarnya mengamini.

Sebelumnya, Pemkot Makassar telah mengundang rapat koordinasi dengan berbagai kalangan baik dari ulama, tokoh masyarakat, TNI Polri membahas persiapan lebaran tahun ini.

Pertemuan yang digelar di Ruang Sipakatau kantor Wali kota Makassar menghasilkan beberapa poin penting, yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pada rapat selanjutnya.

“Pada umumnya para ulama mengatakan telah rindu dengan Masjid, namun pada dasarnya akan tetap mengikuti instruksi pemerintah,” kata Yusran.

Selain itu penekanan pada petunjuk teknis pun harus dilakukan, termasuk memastikan seluruh masyarakat memenuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer.