Dewan Makassar Setuju Salat Idul Fitri Digelar di Masjid

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Hidayat bersama Ketua Yayasan Abdi Bangsa Pratama, Andi Budi Pawawoi menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di beberapa rumah sakit di Makassar.

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Hidayat bersama Ketua Yayasan Abdi Bangsa Pratama, Andi Budi Pawawoi menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di beberapa rumah sakit di Makassar, Senin 13 April 2020..

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Anggota Komisi B Bidang Prekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Nurul Hidayat menilai salat idul fitri lebih efektif dilakukan di masjid masing-masing kompleks.

“Kalau saya lebih setuju kalau salat idul fitri dilakukan di masjid dibandingkan di lapangan,” ujarnya kepada berita-sulsel.com di Gedung DPRD Makassar, Senin 18 Mei 2020.

Menurutnya, salat idul fitri yang dilakukan di masjid lebih sesuai dengan protokol kesehatan. Setiap pengurus masjid maupun pemerintah menyiapkan pembersih.

“Di masjid lebih efektif dibandingkan dilakukan di lapangan. Masjid kan satu pintu, tinggal simpan tempat cuci tangan, siapkan hand sanitizer serta bilik disinfektan. Kalau perlu mereka yang datang ke masjid membawa hand sanitizer,” jelasnya.

Legislator Golkar itu pun menyarankan pemerintah tak mengizinkan untik salat idul fitri di lapangan. Menurutnya, kalau di lapangan lebih banyak orang yang berkumpul.

“Di masjid kompleks saja, kan tidak terlalu banyak yang terkontaminasi. Tidak ada orang dari luar, Itu lebih higenis dibanding harus berkumpul di Lapangan Karebosi,” jelasnya