Muzayyin Arif Bantu Warga NTT yang Berada di Panti Asuhan Hizbullah

Wakil ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, membagikan bantuan sembako pada anak-anak panti asuhan Hizbullah di Jalan Mamoa Raya, Makassar. Acara yang dikemas dengan buka puasa bersama itu dihadiri tokoh masyatakat sekitar, anak panti asuhan, pembina dan perwakilan yayasan.

Wakil ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, membagikan bantuan sembako pada anak-anak panti asuhan Hizbullah di Jalan Mamoa Raya, Makassar. Acara yang dikemas dengan buka puasa bersama itu dihadiri tokoh masyatakat sekitar, anak panti asuhan, pembina dan perwakilan yayasan.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Wakil ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, membagikan bantuan sembako pada anak-anak panti asuhan Hizbullah di Jalan Mamoa Raya, Makassar. Acara yang dikemas dengan buka puasa bersama itu dihadiri tokoh masyatakat sekitar, anak panti asuhan, pembina dan perwakilan yayasan.

Legislator PKS DPRD Sulsel itu sengaja memberikan bantuan pada anak-anak panti asuhan Hizbullah karena mereka termasuk kelompok masyarakat yang terdampak covid 19. Selama masa pandemoi covid-19 ini, anak-anak di panti asuhan tersebut tidak bisa kemana-mana. Hanya berdiam di asrama sembari menunggu uluran tangan para dermawan yang membantu. Di Panti Asuhan Hisbullah itu terdapat juga anak-anak yang berasal dari NTT.

“ ini wujud kepedulian kita sebab mereka bagian dari masyarakat yang terdampak, apalagi anak panti asuhan yang tinggal di asrama selama masa pandemi covid 19,” pungkas Muzayyin, Rabu 20 Mei 2020.

Tim pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sulsel itu berharap di masa pandemi Covid-19 ini, ada lebih banyak lagi pihak-pihak yang peduli dengan nasib anak panti asuhan. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan sangat penting diperhatikan. Apalagi di masa covid, tentu aktivitas sangat terbatas. Beberapa kasus di Indonesia, panti asuhan berubah jadi kecemasan karena ada yang terkena covid.

“ Anak-anak panti asuhan sangat layak diperhatikan, mereka berasal dari keluarga kurang mampu, ditinggal orang tua akibat meninggal dunia. Kepedulian kita harus lebih besar,” paparnya.

Muzayyin juga mengingatkan, untuk mencegah terjadinya penyebaran virus. Anak-anak panti asuhan diharapkan tetap tinggal di asrama dan ada pembatasan dengan orang luar. Apalagi orang tidak dikenal yang masuk ke panti.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di Makassar tetap mematuhi protokoler Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) agar penularan covid 19 bisa diputus.

“Saya berharap kita semua mematuhi protokol PSBB sehingga masa pendemi Covid-19 ini segera berakhir, kita merindukan kehidupan masyarakat kembali normal.” ungkapnya.

Acara yang dikemas dengan buka puasa bersama itu terasa spesial. Muzayyin juga turun langsung membagikan takjil dan makanan berbuka pada masyarakat sekitar panti asuhan. Menu buka puasanya cukup spesial. Nasi briyani, makanan khas timur tengah yang secara khusus diproduksi oleh resto Bunyan Marsous yang merupakan unit usaha Pesantren Darul Istiqamah, Mannuruki- Makassar.