Akibat Covid-19 Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia ke-XV Resmi Ditunda

Pelaksanan Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia yang ke-XV resmi ditunda. Penundaan perhelatan akbar yang seyogyanya digelar Oktober 2020 di Sulawesi Selatan ini akibat wabah Covid-19 yang melanda Tanah Air.

Pelaksanan Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia yang ke-XV resmi ditunda. Penundaan perhelatan akbar yang seyogyanya digelar Oktober 2020 di Sulawesi Selatan ini akibat wabah Covid-19 yang melanda Tanah Air.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Pelaksanan Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia yang ke-XV resmi ditunda. Penundaan perhelatan akbar yang seyogyanya digelar Oktober 2020 di Sulawesi Selatan ini akibat wabah Covid-19 yang melanda Tanah Air.

Ketua Panitia Pelaksana Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia ke-XV, Halim Bakaring mengatakan bahwa penundaan kegiatan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami akan musyawarahkan terlebih dahulu sesama panitia dan Dewan Gladian Pusat,” ujarnya, Sabtu 23 Mei 2020.

Halim menambahkan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini pengurusan administrasi jadi terhambat.

“Apa yang telah kami kerjakan beberapa waktu lalu jadi terhambat dengan mewabahnya Covid-19 ini. Tapi kami tetap optimis, jika wabah ini mereda In syaa Allah kami tinggal melanjutkan agenda yang telah kami susun rapi,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Sekretaris Panitia Pelaksana Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia, Ahmad Reza Syaiful. Ia menilai penundaan ini harus dilakukan.

“Penyelenggaraan Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia ke-XV yang semula telah ditetapkan akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2020 di Sulawesi Selatan, baik pada tahap persiapan dan penyelenggaraan berada pada situasi dan kondisi yang dipandang beresiko tidak kecil jika tetap diselenggarakan, sehingga diperlukan perubahan waktu pelaksanaan,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Are ini berharap pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kegiatan yang menyatukan para penggiat alam bebas seluruh Indonesia ini bisa terlaksana di Sulawesi Selatan.

“Langkah-langkah kecil tetap kami jalankan, seperti memelihara komunikasi sesama panitia dan teman-teman penggiat alam bebas seluruh Indonesia, sembari berdoa semoga wabah ini segera berakhir,” ujarnya.