Soal Klaster Perdos Teror Baru Sulsel, NA: Sekolah Tinggi-tinggi Agar Paham

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) angkat bicara terkait pemberitaan tentang klaster perumahan dosen teror baru di Sulawesi Selatan.

“Jadi itu tadi, pemahaman klaster, itu harus dipahami. makanya kalau tidak paham, sekolah. Sekolah tinggi-tinggi supaya kita bisa menulis yang benar,”ujar NA dalam sebuah video berdurasi 13 detik yang menyebar di group WhatsApp, Kamis 4 Juni 2020.

Menurutnya, terlalu naif, apalagi sebuah koran yang sangat dikagumi menulis sesutau yang menyesatkan.

Lanjut NA mengatakan status klaster itu kriterianya ada. Bukan karena satu orang yang terinfeksi lalu kemudian disebut klaster.

“Nda bisa begitu. Harus di tes swab dulu. Kalau terbukti banyak orang yang terinfeksi positif baru disebut klaster,”katanya.

Inipun kata dia, harus dibuktikan bahwa benar mereka terpapar di sana. Sebaliknya kalau tidak memenuhi kriteria, itu artinya tudingan.

“Harus dibuktikan dulu. Jangan hanya menuding. Ini kesannya (klaster perdos) menuding karena hanya pengakuan satu orang. itupun tidak bisa dibuktikan dia tertular di perdos.Apa yang terjadi di perdos adalah carrier bukan klaster,”jelasnya.

Diketahui, isu klaster baru perdos muncul sehari setelah wartawan senior Silahuddin Genda mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 melalui media sosial facebook. Silahuddin menduga dia terifeksi sepulang acara buka puasa di perdos.