Tak Sesuai dengan Pencatatan Meteran Air PDAM, Dewan Makassar Geram

Legislator DPRD Makassar Mario David1

Legislator DPRD Makassar Mario David.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Anggota DPRD kota Makassar, Mario David menyayangkan adanya ketidaksesuaian dalam pencatatan meteran air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar.

“Ini yang kita sayangkan, banyaknya permainan di tinggal pencatat meter, atau kelalaian mereka yg merugikan pelanggan,” ujar Mario, Senin 8  Juni 2020.

Politikus partai besutan Surya Paloh ini menyebut, hal ini pernah dibahas oleh komisi B dan pihak PDAM melalui dirutnya, Hamzah Ahmad saat rapat monitoring dan evaluasi triwulan pertama lalu.

Mario mengatakan, hasil pertemuan tersebut, Hamzah telah berjanji kepada komisi B akan melakukan pembenahan terkait hal ini.

“Dalam rapat evaluasi triwulan 1 sudah kami bicarakan dengan Dirut, pak Dirut sementara melakukan pembenahan,” ungkapnya.

Ia pun meminta ketegasan dari Dirut untuk tegas kepada bawahannya (staf) yang lalai, bila perlu melakukan pemecatan.

“Langkah tegasnya meminta Dirut mengevaluasi seluruh anak buahnya yang bermain-main atau lalai sehingga merugikan masyarakat, pecat mereka!,” pungkas Mario.

Hal senada, diungkapkan oleh anggota komisi B Jasanunddin Leo. Ia meminta Dirut PDAM tegas kepada pegawainya yang terkesan ‘malas’ melakukan pengecekan meteran air dirumah-rumah pelanggan.

“PDAM melalui petugas lapangannya wajib aktif ke setiap SR untuk mencatat dan memastikan pemakaian masing-masing pelanggan, tidak duduk di warkop kemudian mengira-ngira saja,” ujarnya, Minggu (7/6/2020) malam.

Sebelumnya seorang warga melaporkan tagihan airnya membengkak padahal penggunaan tidak banyak.

Ia pun berujar jika perlu pegawai yang bandel tersebut mendapatkan teguran keras bahkan dipecat agar dapat menjadi peringatan wartawan lainnya.

“Petugas yang begini harus langsung diberi teguran keras dan kalau perlu dipecat skalian sbg efek jera. Ini juga bisa jadi warning bagi petugas lainnya yang lalai dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” tegasnya.

Humas Perumda Air Minum Kota Makassar Muh. Rusli mengakui bahwa memang petugas meteran tak turun ke lapangan lantaran situasi pandemi Covid-19.

“Angka meteran yang dimasukkan menggunakan sistem taksasi selama 3 bulan terakhir,” sebutnya.