Pengakuan Putri yang Menjadi Duta Covid-19 di Makassar

Salah satu peserta duta Covid-19 Sulsel, Andi Putri Ipo menceritakan pengalamannya menjadi duta covid-19 yang diisolasi di Hotel Swissbell in makassar.

Salah satu peserta duta Covid-19 Sulsel, Andi Putri Ipo menceritakan pengalamannya menjadi duta covid-19 yang diisolasi di Hotel Swissbell in makassar.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Program duta Covid-19 yang digagas oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah ternyata ampuh menyembuhkan lebih cepat pasien yang terpapar covid-19. Program duta covid-19 itu menggunakan sejumlah hotel di Makassar sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien positif covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Salah satu peserta duta Covid-19 Sulsel, Andi Putri Ipo menceritakan pengalamannya menjadi duta covid-19 yang diisolasi di Hotel Swissbell in makassar. Putri mengungkapkan, sejak dirinya divonis positif covid-19 pada 17 Juni 2020 melalui hasil tes swab. Ia merasa kaget, sedih, stres dan bercampur adu pikirannya. Bahkan ia merasa seperti dikucilkan masyarakat.

“Setelah saya mengikuti isolasi di hotel. Pikiran itu terpatahkan. Di sana kami ada pendamping yang senang tiasa memberikan motivasi, edukasi untuk membantu kami bersemangat untuk melawan virus yang ada di dalam tubuh kita dan membantu kami segera pulih,”ujar Putri, Jumat 3 Juni 2020.

Ia menambahkan, fasilitas pemerintah kepada peserta duta covid-19 terbilang luar biasa untuk membantu pemulihan. “Kami di sana diberi cukup nutrisi, vitamin dan obat obatan,” tambah Wanita kelahiran Pare Pare ini

Putri menjalani isolasi dengan menjadi salah satu peserta duta covid-19 di Hotel Swissbell in Makassar selama sembilan hari. Hingga dinyatakan negatif setelah melewati hasil tes swab sebanyak dua kali.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan seluruh jajaran terkhusus team medis yang membantu penanganan pencegahan dan penyembuhan pasien covid-19,”ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar mematuhi imbauan dengan selalu jaga jarak, pakai masker dan meningkatkan standar kesehatan seperti selalu menjaga kebersihan.
“Corona itu benar-benae ada, saya mengalami sendiri, serta melihat begitu banyak yang bersama-sama mengalami nasib yang sama. Ada yang kurang beruntung dan meninggal,”jelasnya.