Banggar Dewan Sulsel Soroti Pertumbuhan Ekonomi 6,1 Persen

Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pemaparan kebijakan umum KUA PPAS APBD Tahun 2021 bersama Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) pemprov Sulsel, Rabu 12 Agustus 2020

Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pemaparan kebijakan umum KUA PPAS APBD Tahun 2021 bersama Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) pemprov Sulsel, Rabu 12 Agustus 2020

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  – Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pemaparan kebijakan umum KUA PPAS APBD Tahun 2021 bersama Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) pemprov Sulsel, Rabu 12 Agustus 2020

Rapat yang dipimpin wakil ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah tersebut membahas Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Pemrov Sulsel.

Dalam rapat itu, Anggota Dewan menyoroti target pertunbuhan ekonomi Sulsel yang jumlahnya hingga 6,1 persen. Dewan menilai, target tersebut terlaku tinggi.

“Terkait dengan target pertumbuhan ekonomi kita sangat berlebihan, tidak mungkin bisa apa lagi di tengah kondisi seperti ini (covid-19). Masih banyak yang belum selesai, seperti tenaga kerja yang ada di hotel,” ucap sekertaris fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel Rahman Pina dalam rapat tersebut.

Semsntara itu, wakil ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi itu sangat ditentukan dari jumlah uang yang beredar masyarakat. Jadi itulah yang maksud tadi dari istilah titik ungkit.

“Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi sangat ditentukan dari kebijakan penganggaran dari pemerintah. Oleh karena itu tolong dicari program yang bisa membuat duit itu turun ke bawah ke Desa ke Kecamatan,” ucap Ulla sapaan akrabnya.

Sehingga kata Ulla, Pemerintah Sulsel dianggap perlu membicarakan beberapa program yang dianggap anggap bisa mendorong petumbuhan ekonomi dengan pemerintah pusat.

“Soal seperti yang saya makssud TAPD coba mencermati sejumlah hal yang bisa kita dorong sehingga membuat seperti prodak unggulan,” kata Ulla.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Junaedi menuturkan target 6,1 persen itu merupakat target dari pemerintah pusat.

“6,1 persen saya kira dalam kondisi ini dalam hitungan ekonom memang sangat tidak mungkin oleh karena itu kami juga berdasar bahwa taget 6,1 persen ini memang amanah dari pemerintah pusat dalam rangka mwncapai pertumbuhan 4 samapi 5 persen secara nasional,” tuturnya.

Selain itu, ia juga memaparkan beberapa sektor yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Oleh karena itu kebijakan di 2021 harus fokus di sektor pertanian karena kontribusinya sangat tinggi. Empat sektor strategis perdagangan, konstruksi, transportasi saya kita ini bisa kita dorong sebagai daya ungkit untuk mencapai targer.