Dewan Makassar Tolak TPA Antang Pindah ke Pattallasang

Ketua Komisi C bidang Pembagunan, Abdi Asmara

Ketua Komisi C bidang Pembagunan, Abdi Asmara

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Rencana pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tamangapa (TPA Antang) ke Pattallasang, Kabupaten Gowa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, karena dianggap overload kurang mendapat dukungan dari DPRD Makassar.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C bidang Pembagunan, Abdi Asmara usai meninjau lokasi TPA Anatang bersama anggota Komisi C lainnya.

Menurutnya, lokasi pusat pembuangan sampah masyarakat Makassar itu belum overload. Menurutnya, di sekitar TPA itu sendiri masih ada lahan yang bisa dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah baru.

“Setelah kita melihat kondisi disana ternyata masih ada ada beberap lahan yang pemerintah kota harus bebaskan supaya TPA ini bisa didorang ke belakang,” kata Abdi, Jumat 14 Agustus 2020.

“Sehingga mungkin sekitar dua tahun setelah kita melakukan pembebasan itu mampuh menampung sampah karena jumlah sampah per harinya dari kota Makassar itu 700 sampai 1.000 ton,” tambahnya.

Lanjut, Legislator Fraksi Demokrat itu menyebut jika saat ini memang lahan yang dijadikan sebagai titik buang sampah sudah menggunung atau overload.

Untuk itu, ia berharap Pemkot Makassar bisa melakukan pembebasan lahan paling lama tahun depan 2021. Abdi pun mengaku telah bertemu dengan sejumlah warga pemilik lahan dan bukti kepemilikan lahan itu telah dibuat warga.

“Jadi di sana (TPA Antang) memang tumpukan sampah sudah menggunung dan harus memang membebaskan wilayah (lahan) itu. Warga megatakan kalau dia sudah memiliki alas hak, sisah pemerintah kota,” jelas Abdi.

Abdi menilai, alasan kurang sepakat TPA Antang dipindahkan karena akan memakan waktu lama. Apalagi pemindahan itu tentunya membutuhkan kajian-kajian yang matang.

Termasuk, kata Abdi, belum ada kesepalatan Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai penguasa di wilayah Pattallasang.

“Pemindahan ini masih butu waktu dan kajian. Kita butuh kajian dan itu saya kira butuh kesiapan. Apakah Gowa juga mau menerima atau tidak, inikan perluh kita kaji dulu. Dan sebelum itu dilakukan kami melihat jika sebenarnya kondisi itu masih bisa kita gunakan tapi dengan catatan ada pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah kota,” terang Abdi.

Wacana pemindahan lahan ini sendiri sempat berhembus di kalangan eksekutif. Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin bersama Plt Kepala DLH Makassar, Andi Iskandar mendorong agar pemindahan ini dalam waktu dekat bisa terealisasi.

Apalagi pemilihan daerah Pattalasang sendiri sebagai tempat relokasi dianggap solusi yang tepat. Apalagi, TPA itu akan diberi nama Mamminasata yang sekaligus menjadi tempat pembuangan sekaligus pengolahan sampah modern.

Bahkan pemindahan itu telah diusulkan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Cipta Karya.

“Memang kota makassar yang masuk kategori kota metropolitan, seyogyanya sampah konvensionalnya itu harusnya sudah tidak ada lagi. Apalagi di tengah pemukiman. Olehnya, melalui kementerian PUPR bidang cipta karya itu kita akan meminta dukungan tentang tempat baru pembuangan sampah,” kata Rudy.

Rudy yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PU Sulsel itu mengaku, lahan TPA yang baru telah memenuhi persyaratan untuk tempat pembuangan sampah terpadu sekaligus sebagai tempat pengelolaan serta pengolahannya. Sejumlah investor pun diklaim tertarik untuk proyek itu.

“Sementara beberapa investor yang siap untuk melakukan pengolaan sampah kita di kawasan patalassang. Mudah-mudahan jadi, tapi bahwa investor masuk. Itu perlu dukungan masyarakat, kadang kala hambatan kecil membuat investor banyak halangan untuk masuk,” kuncinya.

Sementara itu, Andi Iskandar menyebut, jika TPA Antang berhasil dipindahkan maka tentu permasalahan persampahan di Makassar dipastikan akan terselaikan.

“Yah semoga bisa secepatnya,” harapnya.