Soal Pencopotan Plt Disdik, Dewan Makassar Nilai Tak Etis

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said menyoroti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said menyoroti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengadakan pembaharuan struktur organisasi Dinas Pendidikan karena dianggap tidak mampu bekerja secara maksimal dan terukur.

Plt Dinas Pendidikan yang sebelumnya dijabat Amelia Malik Hambali, kini dijabat Irwan Bangsawan yang notabene masih mengisi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar  Sahruddin Said tak etis .

“Tidak etis ketika detik-detik kontestasi politik akan dihelat di kota Makassar kemudian dilakukan pergantian. Menurut saya tidak rasional,”kata Sahruddin, Kamis 3 September 2020.

Menurut Ajid sapaan Sahruddin Said Kepala Dinas Pendidikan yang sebelumnya dijabat oleh Amelia Malik sudah sangat baik dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan aman.

“Kadisdik kemarin ini sudah sangat baik kemudian mampu menyelesaikan segala tugasnya tentang PPDB Kota Makassar yang aman. Kemudian menurut saya pantas dipertahankan menjadi Kadisdik,”katanya.

Hingga kini, legislator dari fraksi PAN itu menegaskan belum menerima orang baik kinerjanya kemudian dicopot. Dan saking tidak rasionalnya kata dia, pergantian Plt Disdik yang sudah memiliki jabatan.

“Tidak ada rasionalisasi yang bisa diterima kalau orang ini baik kemudian dicopot. Seadainya dicopot kemudian naik adalah kepala bidang/bagian di Disdik itu tidak ada masalah, karena dia kuasai,”jelasnya.

Diketahui, Senin 31 Agustus lalu Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mencopot Amalia Malik dari jabatan Plt Kadis Pendidikan kemudian digantikan oleh Irwan Bangsawan yang notabene Kepala Dinas Ketenagakerjaan kota Makassar.

Selain Disdik juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Nirwan Mungkasa digantikan oleh Fatur Rahim yang juga menjabat Kepala Dinas perumahan.