Rismawati Harap Peran KPID Tingkatkan Siaran Lokal

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan Rismawati Kadir Nyampa berharap kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan turut andil meningkatkan mutu penyiaran lokal

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan Rismawati Kadir Nyampa berharap kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan turut andil meningkatkan mutu penyiaran lokal, Kamis 3 September 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan Rismawati Kadir Nyampa berharap kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan turut andil meningkatkan mutu penyiaran lokal. Tujuannya agar siaran lokal tidak mati suri di tengah Pandemi Covid-19 dan era digital.

“Perlu pelibatan KPID dalam meningkatkan siaran lokal di tengah Pandemi dan era digital,”kata Rismawati saat menjadi pembicara dalam kegiatan expose hasil monitoring KPID Sulawesi Selatan di Hotel Pesona, Jalan Andi Mappanyukki, Kamis 3 September 2020.

Menurut politisi dari Fraksi Demokrat ini, saat ini peran siaran lokal bisa dikatakan sangat minim. Termasuk konten yang disuguhkan. Mereka kalah bersaing dengan siaran nasional. Terutama melalui media gadget dan media sosial YouTube

“Ini sebuah tantangan. Perlu dipikirkan jalan keluarnya. Padahal siaran lokal tidak kalah menariknya jika dikemas dengan baik,”katanya.

Misalnya, kata dia menyiarkan kearifan budaya lokal. Mulai dari menu ataupun adat istiadatnya.

Sementara itu,Komisioner KPID Sulawesi Selatan Andi Muhammad Irawan menambahkan, konten siaran sangat perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena jika tidak demikian akan mempengaruhi karakter seseorang.

“Saya setuju dengan komentar Bu Risma. Perlu peningkatan siaran lokal. Utamanya yang memberikan edukasi kepada anak-anak. Disini pula peran orang tua untuk selalu mengawasi anaknya pada saat nonton televisi,”ucapnya.

Sedangkan Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPID Sulawesi Selatan Herwanita mengakui masih minim lembaga penyiaran yang menampilkan konten lokal. Padahal, dalam regulasi siaran lokal sangat dibutuhkan.

“Berdasarkan data kami ada tujuh lembaga penyiaran tidak konsisten menerapkan siaran lokal sebanyak 10 persen,”jelasnya